Kunjungan Menhan Malaysia ke Arab Saudi
https://parstoday.ir/id/news/world-i33078-kunjungan_menhan_malaysia_ke_arab_saudi
Menteri Pertahanan Malaysia, Hishammuddin Hussein berkunjung ke Arab Saudi menjelang lawatan Raja Salman bin Abdulaziz ke Kuala Lumpur. Selama lawatannya ke Riyadh, Hishammuddin Hussein berunding dengan petinggi Arab Saudi.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 18, 2017 07:56 Asia/Jakarta
  • Hishammuddin Hussein
    Hishammuddin Hussein

Menteri Pertahanan Malaysia, Hishammuddin Hussein berkunjung ke Arab Saudi menjelang lawatan Raja Salman bin Abdulaziz ke Kuala Lumpur. Selama lawatannya ke Riyadh, Hishammuddin Hussein berunding dengan petinggi Arab Saudi.

Selama pertemuan Hishammuddin Hussein dengan Raja Salman, hubungan kedua negara di berbagai sektor menjadi agenda pembicaraan keduanya. Menhan Malaysia tiga bulan lalu juga berkunjung ke Arab Saudi dan usai berunding dengan petinggi negara ini, petinggi Riyadh dan Kuala Lumpur membicarakan rencana pengoprasian pusat anti ideologi teroris dan radikalisme.

 

Hubungan Malaysia dan Arab Saudi selama tiga tahun lalu dan seiring dengan agresi Riyadh ke Sanaa, mendapat perhatian khusus baik di dalam negeri Malaysia atau di tingkat regional. Arab Saudi meminta Malaysia bergabung dengan koalisi Arab anti Yaman. Di sisi lain, petinggi Kuala Lumpur menolak berpartisipasi di operasi militer anti Yaman karena mendapat penentangan luas di dalam negeri serta berdasarkan sejumlah pertimbangan.

 

Meski militer Malaysia tahun lalu berpartisipasi di manuver perang yang digelar di utara Arab Saudi dan diikuti oleh 20 negara selama satu bulan, namun Kuala Lumpur absen di operasi militer anti Yaman. Sementara itu, sejumlah anggota parlemen Malaysia menyatakan, pemerintah Kuala Lumpur memberikan bantuan dana kepada koalisi Arab Saudi yang menyerang Yaman.

 

Jawaban negatif Malaysia kepada Arab Saudi untuk berpartisipasi langsung di koalisi anti Yaman mencuat ketika motif lawatan dua kali Menhan Hishamuddin Hussein ke Riyadh dicermati sebagai upaya menyampaikan kekhawatiran negara-negara kawasan kepada petinggi Arab Saudi terkait pengaruh Daesh di negara kawasan termasuk Malaysia, Indonesia dan Filipina.

 

Mengingat bahwa Arab Saudi didakwa mendukung kelompok teroris termasuk Daesh di kawasan dan bahkan ada bukti yang menunjukkan bahwa Riyadh adalah sponsor utama Daesh di kawasan, menhan Malaysia seraya menyampaikan kekhawatiran negara-negara Asia Tenggara terkait pengaruh Daesh, mendesak petinggi Arab Saudi memahami kekhawatiran ini dan mencegah pengaruh tersebut.

 

Harapan timbal balik Arab Saudi dan Malaysia ini terjadi di saat kedua pihak, berdasarkan pertimbangan masing-masing, tidak bersedia mengabulkan harapan pihak seberang. Arab Saudi meski mengalami kegagalan beruntun di ambisinya dalam mendukung kelompok radikal dan ideologi Takfiri di Suriah dan Irak yang tercatat sebagai unsur utama kebijakan luar negerinya, masih tetap menolak mundur dari kebijakan destruktif ini.

 

Sementara itu, Malaysia yang tengah giat melakukan pengembangan ekonomi dan memperioritaskan menarik investasi asing, menolak untuk mengambil resiko. Petinggi Malaysia memahami bahwa menyerah pada tuntutan Arab Saudi akan menimbulkan kesulitan bagi Kuala Lumpur. Oleh karena itu, bantuan Arab Saudi ke sejumlah sekolah agama dan pesantren di Malaysia memicu kekhawatiran berbagai kelompok di negara ini akan maraknya penyebaran ideologi radikalisme.

 

Bahkan setelah menhan Malaysia menggulirkan rencana pengoperasian pusat anti ideologi radikal, muncul pertanyaan mengapa Arab Saudi sebagai penyebar terbesar ideologi teroris justru termasuk di barisan kubu anti ideologi seperti ini.

 

Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa meski lobi kedua pihak terus berlanjut, namun tidak adanya kesepahaman dalam merealisasikan harapan masing-masing, maka masih ada kendala serius di perluasan hubungan Malaysia dan Arab Saudi. (MF)