Dibalik Manuver Militer AS di Lokasi Peluncuran Rudal Korut
https://parstoday.ir/id/news/world-i34370-dibalik_manuver_militer_as_di_lokasi_peluncuran_rudal_korut
Amerika Serikat dan Jepang saat ini masih melakukan manuver militer maritim yang dijadwalkan berlangsung 11 hari di Laut Cina Timur.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 13, 2017 12:00 Asia/Jakarta
  • Dibalik Manuver Militer AS di Lokasi Peluncuran Rudal Korut

Amerika Serikat dan Jepang saat ini masih melakukan manuver militer maritim yang dijadwalkan berlangsung 11 hari di Laut Cina Timur.

Amerika dan Jepang memulai manuver militernya 6 Maret 2017 lalu dan akan berlangsung hingga 17 Maret mendatang. Manuver militer gabungan ini dilaksanakan di sebuah wilayah di Laut Cina Timur, yang merupakan lokasi peluncuran terbaru rudal balistik Korea Utara.

Selama bertahun-tahun Laut Cina Timur telah berubah menjadi lokasi konflik Cina dan Jepang terkait kepemilikan kepulauan Diaoyu atau Senkaku menurut klaim Jepang. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa tujuan Amerika dan Jepang menggelar manuver militer ini adalah untuk mengadapi ancaman-ancaman rudal Korea Utara dan menyeret Cina ke arena militer.

Surat kabar Sankei Shimbun, Jepang terkait hal ini mengatakan, manuver militer Amerika-Jepang dapat dipastikan merupakan peringatan serius bagi Korea Utara dan pergerakan militer negara yang memiliki senjata atom itu. Sementara di Amerika sendiri, Donald Trump, Presiden negara itu menyatakan dukungan atas sikap Jepang di Laut Cina Timur dan mengatakan, kepulauan sengketa merupakan bagian dari wilayah Jepang dan Amerika berdasarkan isi konvensi dan perjanjian yang sudah ditandatangani, berkomitmen membela Jepang.

Manuver-manuver yang digelar Amerika dengan Korea Selatan dalam setahun terakhir di perairan pulau sengketa relatif lebih besar dari manuver-manuver yang dilakukan Amerika dengan Jepang. Oleh karena itu harus dipertanyakan apakah target Amerika dan sekutu-sekutunya di Asia Timur adalah Cina atau dalam sebuah strategi jangka panjang, tujuan negara-negara partisipan manuver tersebut adalah untuk menjinakkan Cina ?

Petinggi Beijing mereaksi manuver militer Amerika dan Jepang itu dan seperti biasa menilai manuver militer bersama Amerika dengan Korea Selatan atau sekutu-sekutunya di Asia Timur yang lain sebagai langkah provokatif. Cina dalam beberapa hari terakhir mendesak Amerika dan Korea Selatan untuk menghentikan manuver mereka sehingga Beijing bisa mengajak Korea Utara kembali ke meja perundingan segienam.

Pada saat yang sama, penempatan sistem pertahanan rudal Amerika, THAAD di Korea Selatan juga dapat diartikan sebagai upaya untuk menciptakan kekacauan bagi Cina. Sampai disini, kita melihat bukan saja demonstrasi rakyat Korea Selatan atas penempatan sistem rudal THAAD yang tidak berpengaruh apapun, bahkan reaksi keras Cina pun tidak membuahkan hasil.

Pertanyaannya adalah apakah kondisi ini mempersulit Cina dalam mengambil keputusan ? kemungkinannya, Amerika, Jepang dan Korea Selatan menganggap peluncuran rudal Korea Utara terbaru sebagai kegagalan diplomasi Cina, namun harus diperhatikan permainan apa yang akan dimainkan petinggi Beijing di arena politik dalam pertemuan dengan Rex Tillerson, Menteri Luar Negeri Amerika dalam kunjungannya ke Cina dalam waktu dekat ini. (HS)