Myanmar Terima Usul Kofi Annan Izinkan Rohingya Kembali
https://parstoday.ir/id/news/world-i34608-myanmar_terima_usul_kofi_annan_izinkan_rohingya_kembali
Kofi Annan, mantan Sekjen PBB yang juga Ketua Komisi konsultasi masalah Muslim Rohingya yang beranggotakan sembilan orang, meminta pemerintah Myanmar untuk mengizinkan warga Muslim Rohingya kembali ke rumah-rumah mereka.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 17, 2017 12:03 Asia/Jakarta
  • Kofi Annan
    Kofi Annan

Kofi Annan, mantan Sekjen PBB yang juga Ketua Komisi konsultasi masalah Muslim Rohingya yang beranggotakan sembilan orang, meminta pemerintah Myanmar untuk mengizinkan warga Muslim Rohingya kembali ke rumah-rumah mereka.

IRNA (17/3) melaporkan, Kofi Annan, Kamis (16/3) yang ikut menghadiri pertemuan anggota komisi konsultasi Provinsi Rakhine lewat video conference, meminta Aung San Suu Kyi, Penasihat senior pemerintah Myanmar agar mengizinkan warga Muslim Rohingya kembali ke rumah-rumah mereka di Barat Rakhine dan menutup kamp-kamp pengungsian.

Komisi konsultasi masalah Muslim Rohingya yang terdiri dari enam warga Myanmar dan tiga orang asing, dibentuk pada Agustus 2016 oleh pemerintah Myanmar dengan maksud untuk menemukan mekanisme guna mewujudkan perdamaian dan penyelesaian konflik warga Buddha di Provinsi Rakhine dengan Muslimin Rohingya.

Sehubungan dengan hal ini, pemerintah Myanmar hari Jumat menyatakan dukungannya atas usulan-usulan Komisi pimpinan Kofi Annan itu untuk menangani kondisi warga Muslim Rohingya.

Lebih dari satu juta warga Muslim Rohingya hidup di Myanmar, namun pemerintah negara itu tidak memberikan status kewargenegaraan kepada mereka.

Provinsi Rakhine di Barat Laut Myanmar yang merupakan tempat tinggal Muslim Rohingya, sejak tahun 2012 menyaksikan aksi kekerasan yang dilakukan warga Buddha ekstrem terhadap Muslimin.

Akibat aksi kekerasan yang dilakukan kelompok Buddha ekstrem, ratusan Muslim Rohingya tewas dan puluhan ribu lainnya meninggalkan rumah-rumah mereka untuk menyelamatkan diri dan tinggal di kamp-kamp pengungsian di Myanmar, Thailand, Malaysia, Indonesia dan Bangladesh. (HS)