Kebijakan Perdagangan Trump Menurut Jerman
-
Menteri Ekonomi Jerman, Brigitte Zypries
Menteri Ekonomi Jerman, Brigitte Zypries seraya mengkritik keras kebijakan ekonomi dan perdagangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menilainya merugikan perindustrian Washington.
Menurut Zypries, jika Trump mendorong harga mobil Jerman naik dengan meningkatkan pajak dan bea cukai impor mobil asal Berlin, maka hal ini akan merusak sektor industri Amerika Serikat. Menurut menko Jerman, keputusan Trump membuat Amerika berada di jalur yang salah.
Sepertinya kritik terbaru Jerman khususnya dari mulut menteri ekonomi negara ini didorong oleh keppres baru Trump. Donald Trump menyatakan bahwa dua keppres baru tersebut ditujukan untuk mengurangi defisit perdagangan Amerika yang hanya mencapai 502 miliar dolar di tahun 2016. Berdasarkan dua keppres Trump, barang-barang murah yang masuk ke Amerika akan dibatasi dan importir nakal akan dikenakan sanksi.
Apalagi keppres kedua, untuk pertama kalinya presiden Amerika menginstruksikan penyidikan menyeluruh terkait defisit perdagangan negara ini dan seluruh pelanggaran ketentuan perdagangan yang merugikan Amerika serta warga negara adidaya ini.
Mengingat keppres ini, Jerman sangat khawatir akan kebijakan perdagangan baru Amerika di era Trump. Menurut pandangan petinggi Jerman, Amerika secara terang-terangan ingin menjauh dari perdagangan bebas dan kesepakatan perdagangan. Trump berulang kali menekankan bahwa salah satu prioritas utamanya adalah memulihkan kondisi ekonomi Amerika. Dalam koridor ini, Trump termasuk kubu pro penambahan pajak dan bea cukai barang impor untuk menekan impor ke AS serta menurunkan pajak khususnya bagi kalangan kaya serta investor.
Tujuan Trump adalah menarik investor lebih besar ke AS, mencegah perusahaan Amerika menanam saham di luar negeri dan menjaga serta menambah peluang kerja di Amerika Serikat. Ia juga mendesak perundingan kembali terkait pakta perdagangan dengan negara lain. Di sisi lain, pendekatan Trump ini telah memicu kekhawatiran negara-negara eksportir khususnya Cina dan Jerman.
Ketika pemerintah Amerika menaikkan pajak dan bea cukai, harga produk yang di ekspor negara-negara seperti Jerman dan Cina ke Amerika akan mengalami kenaikan signifikan dan dengan demikian kekuatan persaingan mereka dengan produk di pasar Amerika juga terpengaruh. Kondisi ini mendorong dua negara eksportir terbesar dunia serta sejumlah negara lain yang memiliki hubungan perdagangan dengan Amerika menuntut Washington merevisi kebijakan perdagangannya. Bahkan mereka mengancam jika kebijakan ini diterapkan akan merujuk ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Contoh nyata dari kebijakan Trump adalah keinginannya untuk menaikkan bea cukai sebesar 35 persen bagi kendaraan Jerman BMW yang diproduksi di Mexico. Padahal Jerman menekankan bahwa paling tinggi bea cukai yang harus diterima pemerintah Amerika dari impor kendaraan sebesar 2,5 persen.
Jelas bahwa tujuan Trump menciptakan penghalang di sektor impor bukan hanya menurunkan impor negara ini, namun mendorong perusahaan Amerika dan pengusaha dalam negeri menanam investasi serta membangun infrastruktur produksi dalam negeri untuk menambah lapangan pekerjaan di Amerika Serikat.
Namun begitu jika Amerika ingin serius menindaklanjuti kebijakan tersebut, maka Washington harus siap dengan reaksi negatif Jerman dan Cina serta seluruh negara yang akan mengambil kebijakan serupa. Selain itu, menurut perspektif menteri ekonomi Jerman, langkah pemerintah Trump ini akan merusak sektor industri dalam negeri Amerika sendiri khususnya mereka yang terlibat di sektor produksi produk Jerman dan pelayanan jasa atau pihak yang diuntungkan dengan pembangunan perusahaan oleh perusahaan Jerman di dalam negeri Amerika. (MF)