Ujian Berat Dewan Keamanan soal Suriah
https://parstoday.ir/id/news/world-i35612-ujian_berat_dewan_keamanan_soal_suriah
Sidang luar biasa Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) Rabu (5/4) malam terkait serangan kimia di wilayah Khan Shaykhun, Provinsi Idlib Suriah berakhir tanpa hasil.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 06, 2017 11:36 Asia/Jakarta
  • Ujian Berat Dewan Keamanan soal Suriah

Sidang luar biasa Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) Rabu (5/4) malam terkait serangan kimia di wilayah Khan Shaykhun, Provinsi Idlib Suriah berakhir tanpa hasil.

Di sidang ini, draf resolusi usulan Inggris, Perancis dan Amerika Serikat untuk melakukan penyidikan terkait serangan kimia di Idlib akhirnya berakhir tanpa voting setelah wakil Rusia dan Cina memaparkan pandangannya.

 

Barat menuding pemerintah Damaskus bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Di draf resolusi ini ditekankan penyidikan segera dengan kerjasama tim PBB dan pemerintah Suriah diminta bekerjasama dengan tim tersebut. Dewan Keamanan kembali terlibat dalam konfrontasi Suriah dan kali ini terkait serangan kimia ke Idlib.

 

Dewan Keamanan  sejak beberapa waktu lalu berubah menjadi arena konfrontasi blok Barat yakni AS, Inggris dan Perancis dengan blok Timur di dewan ini yakni Rusia dan Cina terkait krisis Suriah. Barat sejak meletusnya krisis Suriah berusaha melemahkan posisi Damaskus dan memperkuat posisi kelompok oposisi bersenjata dengan meratifikasi beragam resolusi anti pemerintah legal Suriah dengan beragam cara.

 

Di sisi lain Rusia dan Cina menentang setiap pendekatan Barat dan mencegah blok ini berhasil mensukseskan ambisinya melalui veto resolusi anti Suriah. Front terbaru konfrontasi kedua blok ini terkait serangan kimia di Provinsi Idlib. Barat dengan menyalahgunakan peristiwa ini berencana mempersiapkan peluang menekan lebih besar pemerintah Suriah melalui Dewan Keamanan.

 

Upaya Barat ini dengan menggulirkan klaim bahwa militer Suriah menggunakan senjata kimia di Idlib serta jet tempur Suriah membombardir wilayah Khan Shaykhun dengan bom kimia. Padahal pemerintah Suriah di tahun 2013 menandatangani kesepakatan dengan PBB yang mengharuskan Damaskus bergabung dengan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) serta menghancurkan gudang senjata kimianya.

 

Kini muncul pertanyaan, atas dasar apa Barat mengklaim pemerintah Suriah terlibat dalam serangan kimia di Idlib?

 

Di sisi lain, Rusia meyakini bahwa kelompok teroris Takfiri yang sebelumnya kerap menggunakan senjata kimia untuk menyerang berbagai wilayah Suriah dan kali ini mereka menggunakan senjata terkutuk ini di Khan Shaykhun. Dalam hal ini wakil Rusia di PBB menjelaskan bahwa draf resolusi yang digulirkan Barat disusun tergesa-gesa dan kelompok teroris mengingat sensitifitas masalah ini menggunakan senjata kimia menyerang Khan Shaykhun dan menyebar gambar palsu.

 

Menurut perspektif Moskow, dengan cara ini teroris berusaha menjatuhkan kredibilitas pemerintah Suriah  dan alasan menciptakan opsi militer terhadap Damaskus. Sementara Cina seraya menolak tuntutan Barat, menghendaki penyidikan realistis di kasus ini.

 

Sepertinya penekanan khusus Eropa terutama Perancis dan Inggris untuk menindaklanjuti isu ini cenderung upaya menggandeng pemerintah Donald Trump di kebijakan anti Suriah kedua negara ini. Mengingat perubahan sikap AS terkait Suriah yang mengabaikan pelengseran Bashar al-Assad, Inggris dan Perancis dengan berbagai cara ingin memaksa pemerintahan Trump kembali mencantumkan pelengseran Assad di agenda kerjanya. Khususnya sejumlah anggota Kongres Amerika seperti John McCain, salah satu pemimpin kubu Republik di Senat seraya mengingatkan garis merah pemerintah sebelumnya, yakni penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah, kini menuntut sikap keras pemerintah Trump di kasus ini dan menggunakan kekuatan militer langsung menyerang pemerintah Suriah.

 

Nikki Haley, wakil Amerika di PBB sepertinya juga condong atas pendekatan ini. Di sidang Dewan Keamanan, Nikki Haley bahkan menggulirkan potensi langkah sepihak Amerika menyerang pemerintah Suriah jika Dewan tidak menunjukkan sikap tegas atas peristiwa Khan Shaykhun.

 

Meski demikian pemerintah baru Amerika dengan baik menyadari hal ini bahwa setiap aksi militer langsung terhadap pemerintah Suriah akan menimbulkan reaksi keras dari Rusia seabgai sekutu Damaskus. (MF)