Inggris Tolak Hentikan Ekspor Senjata ke Saudi
-
Theresa May
Surat kabar The Guardian menulis, Perdana Menteri Inggris ingin meneruskan transaksi bisnis dengan negara-negara Arab Teluk Persia dan tidak menggubris permintaan terhadap London untuk menghentikan penjualan senjata ke Arab Saudi.
Surat kabar The Guardian, Kamis (6/4) melaporkan, Theresa May, PM Inggris hanya memikirkan untuk berdagang dan menjual senjata ke Arab Saudi, padahal itu bertentangan dengan undang-undang Inggris.
Koran Inggris itu menambahkan, May menutup mata atas bencana kemanusiaan yang terjadi di Yaman dan berusaha menyingkirkan semua hambatan yang menghalangi hubungan dagang dengan Saudi.
"Pertimbangan kemanusiaan dan hak asasi manusia dalam kebijakan luar negeri pemerintah Inggris sama sekali tidak punya tempat," katanya.
Sekalipun terus mendapat tekanan dari organisasi-organisasi sosial dalam negeri, pemerintah Inggris tetap menolak untuk menghentikan penjualan senjata ke Saudi.
Serangan Saudi ke Yaman yang dilakukan atas lampu hijau Amerika Serikat dimulai sejak Maret 2015.
Hingga sekarang lebih dari 11.000 warga Yaman tewas selama dua tahun serangan Saudi ke negara itu. (HS)