Trump Akui Hubungan AS-Rusia Capai Titik Terendah
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam konferensi pers bersama dengan Sekjen NATO Jens Stoltenberg di Gedung Putih, Rabu (12/4/2017) mengatakan bahwa hubungan AS dan Rusia berada di titik terendah.
Trump juga mengubah posisinya soal NATO dan mengatakan organisasi ini tidak lagi usang. Demikian dilaporkan kantor berita IRNA.
Selama masa kampanye pilpres AS, Trump mengkritik keras NATO dan menyebut aliansi militer itu sudah usang.
Trump menegaskan bahwa Washington dan Moskow dalam situasi saat ini benar-benar tidak ada yang mengalah, tapi ia berharap hubungan kedua pihak akan membaik di masa depan.
Pada kesempatan itu, ia kembali menuding pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia di distrik Khan Sheikhoun, dan menandaskan Rusia kemungkinan mengetahui serangan itu.
AS dan Rusia terlibat perang verbal setelah dugaan serangan kimia di Khan Sheikhoun dan disusul perintah Trump untuk meluncurkan serangan rudal terhadap Suriah.
Hubungan Washington-Moskow memburuk sejak tahun 2014 yang dipengaruhi oleh tiga isu utama; ekspansi NATO terutama militer AS di dekat perbatasan Rusia, ketegangan di Laut Baltik dan krisis Suriah.
AS dan negara-negara pendukung teroris di Suriah, melancarkan propaganda besar-besaran untuk memperkenalkan pemerintah Damaskus sebagai pelaku serangan kimia di distrik Khan Sheikhoun.
Banyak pakar percaya bahwa menuding pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia adalah sebuah usaha untuk menyesatkan opini publik dan memutarbalikkan fakta, menyusul kemenangan terbaru militer Suriah dalam menumpas teroris. (RM)