Rusia: Tuduhan Perancis atas Suriah, Kontradiktif
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, tuduhan Perancis terhadap pemerintah Suriah terkait penggunaan senjata kimia di Khan Syeikhoun, Provinsi Idlib, kontradiktif dan meragukan.
Kantor berita resmi Suriah, Sana (29/4) melaporkan, Kemenlu Rusia, Sabtu (29/4) mengumumkan, jika sumber-sumber informasi Perancis bisa membawa sampel tanah dari lokasi serangan kimia di Khan Syeikhoun, itu berarti mereka bebas memasuki wilayah yang dikuasai kelompok teroris Daesh dan jika mereka memperoleh sampel tanah itu dengan cara lain, maka hal itu pasti meragukan.
Kemenlu Rusia juga mengecam klaim-klaim tak berdasar, menyesatkan dan fiktif Jean Marc Ayrault, Menlu Perancis terkait kejahatan di Khan Syeikhoun dan menyebutnya sebagai upaya untuk menyembunyikan realitas dan para pelaku asli serangan kimia tersebut.
Sejumlah pakar Perancis bahkan meragukan tuduhan Paris terhadap Damaskus. Jacques Hogard, salah seorang pakar Perancis mengatakan, tujuan dari tuduhan yang dilemparkan para politisi Perancis ini adalah untuk merusak citra pemerintah Suriah.
Pejabat pemerintah Perancis, juga lebih mengutamakan untuk menggulingkan pemerintahan Suriah daripada menumpas kelompok teroris Daesh. (HS)