Duterte Berlakukan Darurat Militer di Filipina Selatan
-
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengumumkan jam malam di selatan negara ini seiring dengan eskalasi bentrokan antara militer dan teroris.
IRNA melaporkan, menyusul semakin sengitnya bentrokan antara militer Filipina dan teroris yang berafiliasi dengan Daesh di kepulauan Mindanao, selatan negara ini, Rodrigo Duterte yang tengah berada di Moskow menginstruksikan pemberlakuan darurat militer selama 60 hari di pulau tersebut.
Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana menyatakan, bentrokan yang semakin sengit menyusul serangan militer ke sebuah bangunan yang menjadi tempat persembunyian 15 teroris menewaskan tiga aparat keamanan dan menciderai 12 lainnya.
Duterte yang tengah berada di Moskow sejak hari Senin membatalkan pertemuan dengan Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev yang dijadwalkan digelar hari Rabu (24/5).
Presiden Filipina juga mempercepat pertemuannya dengan sejawatnya dari Rusia, Vladimir Putin. Pertemuan ini dipindah hari Selasa, dari sebelumnya yang dijadwalkan hari Kamis, sehingga ia dapat kembali ke Filipina secepatnya. (MF)