Keberhasilan Militer Filipina Menghadapi Daesh
https://parstoday.ir/id/news/world-i40002-keberhasilan_militer_filipina_menghadapi_daesh
Militer Filipina dalam kelanjutan perang melawan para teroris, khususnya kelompok teroris Maute berhasil menewaskan dua orang gembong mereka di kota Marawi, selatan negara ini.
(last modified 2026-07-04T12:01:02+00:00 )
Jun 24, 2017 10:45 Asia/Jakarta

Militer Filipina dalam kelanjutan perang melawan para teroris, khususnya kelompok teroris Maute berhasil menewaskan dua orang gembong mereka di kota Marawi, selatan negara ini.

Panglima Militer Filipina, Eduardo Ano mengkonfirmasikan Mahmud Ahmad, teroris terkenal berkebangsaan Malaysia dan Omarkhayam Maute, salah satu gembong kelompok Takfiri Maute tewas dalam operasi pembersihan kota ini dari para teroris. Kelompok teroris Maute yang menyatakan baiatnya kepada kelompok teroris Daesh merupakan simbol kelompok teroris di Asia Tenggara.

Disebutkan bahwa Mahmud Ahmad telah menerima lebih dari 1 juta 600 ribu dolar dari kelompok teroris Daesh untuk membeli senjata dan perlengkapan militer lainnya bagi berlanjutnya aksi teroris di Marawi. Kelompok-kelompok teroris Filipina dengan nama-nama yang berbeda seperti Abu Sayyaf yang beraktivitas di Asia Tenggara pada dasarnya kelompok kriminal yang melakukan kejahatan seperti penculikan untuk mendapat tebusan. Baru-baru ini kelompok ini mengklaim akan melebarkan aktifitasnya dan berusaha mendapatkan pemasukan yang lebih banyak dengan berbaiat kepada Daesh. Artinya, kini kelompok-kelompok teroris dan penjahat di Asia Tenggara telah menjadi kaki tangan Daesh.

Kelompok teroris Daesh yang berkali-kali kalah di Irak dan Suriah memilih kawasan Asia Tenggara sebagai tempat pemindahan anggotanya selain Afghanistan. Namun dikarenakan jumlah mereka yang dikirim ke Irak dan Suriah tidak terlalu banyak, mereka tidak melakukan kejahatan seperti yang dilakukan Daesh di Asia Tenggara. Untuk mendapatkan pangkalan bagi aktifitasnya di Asia Tenggara saja mereka mengalami kesulitan serius. Oleh karenanya, mereka melakukan kerjasama dengan kelompok penjahat yang sudah ada di sana dengan harapan kerjasama dengan kelompok-kelompok ini seperti Maute dan Abu Sayyaf dapat menguasai satu daerah untuk dijadikan markasnya. Serangan ke kota Marawi di selatan Filipina dilakukan dengan tujuan ini.

Sementara itu, kalangan yang berafiliasi dengan Wahabi dan mendapat bantuan dana dari Arab Saudi, pendukung utama Daesh baru-baru ini meningkatkan aktivitasnya di Asia Tenggara untuk menyebarkan radikalisme dan merekrut para pemuda dengan pemikiran sesat dari agama Islam. Dengan demikian, mereka berharap dapat memberikan baju agama bagi aksi-aksi kekerasan dan terorisme di Asia Tenggara.

Greg Fealy, pakar Indonesia dari Australia mengatakan, "Setiap peneliti masalah Asia Tenggara, khususnya Malaysia akan mendapatkan Daesh tidak punya program untuk hadir di kawasan ini. Para pelaku radikalisme yang selama setahun terakhir kembali dari Suriah dan Irak tidak punya keinginan untuk melakukan aksi teror seperti yang dilakukan Daesh. Selain itu, kemungkinan pembentukan khilafah Islam oleh kelompok teroris di laut Sulu merupakan klaim tidak berdasar. Karena rakyat di daerah ini tidak ingin terlibat di bawah bendera para pelaku kejahatan Daesh dan teroris pendukungnya."

Perusahaan konsultan keamanan Amerika, Soufan Group menyatakan, sebagian warga Asia Tenggara yang beranggapan setelah bergabung dengan kelompok teroris Daesh bakal menjadi muslim yang lebih baik berusaha bergabung dengan kelompok Takfiri ini. Tapi pada praktiknya mereka berhadapan dengan pemikiran berbeda yang membuat posisi kelompok teroris ini labil dari sisi akidah.

Bagaimanapun juga, tewasnya dua gembong kelompok teroris di kota Marawi Filipina oleh tentara negara ini menunjukkan militer Filipina punya kemampuan intelijen dan militer untuk menghancurkan para teroris. Kesepakatan terbaru negara ini dengan Malaysia dan Indonesia untuk melakukan kerjasama keamanan dan intelijen semakin memperkuat kemampuan mereka untuk menghancurkan para teroris.