Korsel dan Keinginan Tarik Korut ke Meja Perundingan
https://parstoday.ir/id/news/world-i40698-korsel_dan_keinginan_tarik_korut_ke_meja_perundingan
Seiring dengan semakin parahnya krisis di Semenanjung Korea akibat ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait pemanfaatan opsi lebih keras terhadap Korea Utara, Seoul meminta Pyongtang bersedia kembali ke meja perundingan untuk menyelesaikan krisis di kawasan.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Jul 08, 2017 05:34 Asia/Jakarta
  • Korsel dan Korut
    Korsel dan Korut

Seiring dengan semakin parahnya krisis di Semenanjung Korea akibat ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait pemanfaatan opsi lebih keras terhadap Korea Utara, Seoul meminta Pyongtang bersedia kembali ke meja perundingan untuk menyelesaikan krisis di kawasan.

Moon Jae-in, presiden Korea Selatan yang tengah berkunjung ke Jerman untuk menghadiri KTT kelompok G-20 mengatakan, dirinya siap berunding dengan pemimpin Korea Utara jika kondisi mendukung dan kapan serta di manapun tempatnya. Ia menekankan mungkin saat ini merupakan peluang terakhir untuk berunding dan lebih baik Korut bersedia berunding.

Korea Utara pekan ini menyatakan selama Amerika tidak mengakhiri kebijakan konfrontatif terhadap Pyongyang, negara ini tidak akan bersedia berunding.

Permintaan presiden Korea Selatan kepada Korut untuk berunding guna mengakhiri krisis di Semenanjung Korea mengindikasikan bahwa Moon Jae-in menilai kondisi saat ini cenderung lebih baik untuk merealisasikan perundingan bilateral antara Seoul-Pyongyang ketimbang isu menghidupkan kembali perundingan segienam nuklir Korut. Perundingan segienam nuklir Korea Utara terhenti sejak tahun 2008 menyusul sikap Amerika Serikat yang menolak menjalankan komitmennya terhadap Pyongyang.

Sejak saat itu upaya regional dan internasional untuk memulai perundingan tetap terhenti karena Korea Utara tidak lagi percaya kepada AS dan Pyongyang memberikan syarat bahwa dimulainya perundingan tergantung pada sikap Washington menghentikan kebijakan konfrontatif terhadap Pyongyang dan militerasi negara ini di Semenanjung Korea harus dihentikan.

Permintaan Moon Jae-in untuk menggelar perundingan bilateral dengan antara Korsel dan Korut digulirkan ketika ancaman Amerika terhadap Pyongyang semakin meningkat pasca uji coba rudal balistik terbaru Korea Utara dan sidang darurat Dewan Keamanan terkait uji coba rudal tersebut.

Nikki Haley, wakil tetap Amerika di PBB saat sidang darurat Dewan Keamanan menyatakan, langkah Korea Utara dengan cepat dapat menghancurkan solusi diplomatik bagi krisis ini dan Washington terpaksa untuk melawan Pyongyang memikirkan sejumlah opsi termasuk opsi militer.

Sikap wakil AS di PBB yang juga mengancam akan menghentikan perdagangannya dengan negara-negara yamg terlibat perdagangan dengan Korut telah membangkitkan kekhawatiran Rusia dan Cina yang menolak keras aksi militer Gedung Putih di Semenanjung Korea.

Penggunaan opsi militer AS di Semenanjung Korea terhadap Korut merupakan garis merah Cina dan Rusia. Beijing sebelumnya menyatakan tidak akan membiarkan kawasan terlibat bentrokan bersenjata (perang). Wakil tetap Cina di PBB mengatakan, opsi militer terkait Korut tidak harus dikemukakan. Sementara itu, deputi wakil tetap Rusia di PBB menekankan, opsi militer untuk menyelesaikan krisis Semenanjung Korea harus ditinggalkan.Di

Di kondisi seperti ini, presiden Korsel dengan menyadari kondisi krisis di Semenanjung Korea di koridor kebijakan provokatif AS anti Korut, berdasarkan janji-janjinya semasa kampanye untuk berunding dengan Pyongyang, ia menggulirkan pentingnya perundingan antara kedua Korea untuk mengendalikan krisis ini.

Khususnya Monn Jae-in melalui slogan perubahan kebijakan luar negeri dan lebih khusus lagi mengambil prakarsa yang efektif di solusi sengketa dengan Korut mampu menarik suara rakyat di pemilu presiden.

Jika Korsel mampu membujuk Korut untuk menggelar perundingan bilateral, maka peluang AS untuk mengobarkan instabiiltas syarat di kawasan dalam koridor kebijakan menjual keamanan kepada sekutunya termasuk Seoul dan Tokyo akan menjadi terbatas. (MF)