Mahathir: Negara Muslim harus Putus Hubungan dengan Israel !
-
Mahathir Mohamad
Mantan perdana menteri Malaysia mereaksi keputusan terbaru presiden AS yang mengakui secara resmi Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel.
Mahathir Mohamad dalam pidato yang disampaikan di hadapan para demonstran anti-AS di Kuala Lumpur menilai keputusan Donald Trump yang mengakui Baitul Maqdis sebagai ibu kota rezim Zionis melanggar aturan internasional.
"Aksi Trump menyulut kemarahan dan kebencian umat Islam terhadap pejabat AS dan rezim Zionis," ujar Mahathir hari Jumat (15/12).
Para pengunjuk rasa menyampaikan protes terhadap keputusan Trump di depan gedung kedutaan besar AS di Kuala Lumpur.
Presiden AS, Donald Trump hari Rabu (6/12) mengeluarkan keputusan pengakuan resmi negaranya terhadap Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel, dan memutuskan akan memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis.
Keputusan terbaru Trump tersebut memicu reaksi keras dari para pemimpin dunia, terutama dari para kepala negara dunia Islam.
Sidang luar biasa KTT Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Istanbul, Turki hari Rabu (13/12) menyatakan pengakuan terhadap negara Palestina dengan ibu kota Baitul Maqdis.
Kota Baitul Maqdis menjadi tempat bagi Masjid Al Aqsa yang merupakan kiblat pertama umat Islam, dan bagian tidak terpisahkan dari Palestina, sekaligus termasuk tiga tempat terpenting bagi umat Islam.(PH)