Kritikan Cina terhadap Uni Eropa
https://parstoday.ir/id/news/world-i48553-kritikan_cina_terhadap_uni_eropa
Hua Chunying, juru bicara Departemen Luar Negeri Cina mengkritik statemen tak bertanggung jawab di laporan terbaru Uni Eropa.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Des 22, 2017 16:44 Asia/Jakarta

Hua Chunying, juru bicara Departemen Luar Negeri Cina mengkritik statemen tak bertanggung jawab di laporan terbaru Uni Eropa.

Chunying menjelaskan, Uni Eropa dengan berbagai alasan menerapkan langkah-langkah diskriminatif, tak adil dan pembatasan terhadap Cina. Ia juga mengatakan, pemanfaatan nyata standar ganda oleh Uni Eropa sebuah langkah munafik.

Uni Eropa dan Cina

Uni Eropa di laporannya setebal 465 halaman dan dengan mengumumkan undang-undang baru guna melindungi diri dari impor barang murah, mengklaim bahwa pemerintah Cina memanipulasi perekonomian negara ini. Laporan ini menyimpukan bahwa Beijing banyak berpengaruh pada alokasi sumber, biaya produksi dan harga jual.

Uni Eropa terdiri dari 28 negara Eropa dan tercatat sebagai mitra dagang terbesar Cina. Di sisi lain, Cina termasuk mitra dagang kedua terbesar Uni Eropa setelah Amerika Serikat. Menurut Perdana Menteri Cina, Li Keqiang, Beijing berencana meningkatkan volume perdagangannya dengan Uni Eropa sebesar 1 trilyun dolar hingga tahun 2020.

Sementara itu, setelah berkuasanya Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan kebijakan proteksionisme ekonomi dalam negeri Amerika, Uni Eropa sepertinya mengambil langkah serupa untuk melindungi perekonomian negara-negara anggotanya dari ekonomi Cina.

Hans-Dietmar Schweisgut, duta Uni Eropa dI Cina mengatakan, ekonomi global dewasa ini cenderung berada di bawah pengaruh keputusan pemerintah, khususnya pemerintah seperti Cina ketimbang janji yang menguntungkan. Kami senantiasa menyatakan isu ini bahwa Cina harus membuka pasarnya bagi produk Eropa. Dan kebebasan yang dimilikinya di Eropa juga harus diberikan kepada produk Eropa di Cina.

Mengingat bahwa Amerika dengan berbagai cara ingin menghalangi laju ekonomi Cina, Uni Eropa dengan mengiringi kebijakan Washington berusaha mencegah Cina mengakses pasar Uni Eropa. Negara-negara Eropa tetap menuding Cina menerapkan kebijakan proteksionisme terhadap pasar dalam negerinya dan mengklaim hubungan Uni Eropa dengan Cina satu arah dan merugikan Eropa.

Kontainer

Klaim tersebut bukan saja ditolak Cina, bahkan Beijing menilai kebijakan proteksionisme AS dan Uni Eropa terhadap industri dalam negeri mereka melanggar undang-undang perdagangan. Meski demikian Cina dengan bersandar pada manajemen krisis dan perundingan yang sukses terus melanjutkan program ekonominya.

Alexander Sandrog, pengamat dari Universitas Saint Petersburg mengatakan, yang terpenting bagi Cina adalah mampu memainkan peran manajernya dan serta tetap dapat berunding dengan Uni Eropa. Kebijakan Cina senantiasa fleksibel dan dengan mudah beradaptasi dengan setiap program serta model Uni Eropa. Cina senantiasa dapat menemukan usulan bagi Eropa.

Meski demikian yang dapat merusak kondisi ini adalah represi Donald Trump dan Uni Eropa terhadap Cina. Oleh karena itu, pemilihan kebijakan Uni Eropa untuk mengambil pendekatan independen dari Amerika atau mengiringi Washigton akan sangat menentukan bagi proses transfromasi di hubungan Uni Eropa dan Cina.(MF)