Harga Minyak Naik, Rusia Diminta Keluar dari Kesepakatan OPEC
-
Pada Desember 2016, OPEC dan negara non-anggota menyetujui pemangkasan pasokan minyak ke pasar hingga 1,8 ribu barel per hari.
CEO Perusahaan Lukoil Rusia, Vagit Alekperov meminta Moskow untuk keluar dari kesepakatan global terkait pemangkasan produksi minyak mentah jika harga sudah di atas 70 dolar per barel selama enam bulan ke depan.
Rusia dan Arab Saudi memimpin upaya OPEC dan non-OPEC untuk membatasi produksi guna menopang harga, dan harga minyak mentah Brent meningkat lebih dari 50 persen sejak pertengahan 2017, mencapai 70 dolar per barel minggu ini untuk pertama kalinya sejak Desember 2014.
"Jika harga tetap di atas 70 dolar selama lebih dari setengah tahun, kita harus mulai keluar dari kesepakatan itu," kata Alekperov kepada wartawan di Moskow, Ahad (14/1/2018).
Sementara itu, Menteri Energi Rusia Alexander Novak, mengatakan keputusan untuk mengurangi produksi akan diputuskan pada pertemuan antara anggota OPEC dan negara non-anggota pada 21 Januari mendatang.
"Kenaikan harga minyak mentah Brent Laut Utara mencapai sekitar 70 dolar per barel, tapi keseimbangan penawaran dan permintaan di pasar global belum tercipta," tambahnya.
Pada Desember 2016, OPEC dan negara non-anggota menyetujui pemangkasan pasokan minyak ke pasar hingga 1,8 ribu barel per hari pada paruh pertama tahun 2017.
Pada 25 Mei 2017, kedua pihak sepakat untuk memperpanjang kesepakatan pemangkasan produksi sampai April 2018. (RM)