Komitmen Perancis terhadap JCPOA
-
Presiden Perancis Emmanuel Macron
Presiden Perancis Emmanuel Macron sehari setelah penentuan ultimatum sejawatnya dari Amerika terkait kesepakatan nuklir dengan Iran menekankan implementasi penuh Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
Macron saat kontak telepon dengan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengatakan, seluruh pihak harus komitmen dengan janjinya dalam koridor kesepakatan nuklir.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump Jumat (12/1) bersamaan dengan perpanjangan penangguhan sanksi nuklir terhadap Iran, memberi 120 hari kesempatan kepada Eropa untuk mendukung sikap Washington terkait JCPOA. Dalam sebuah statemen setelah langkah Trump yang dirilis Gedung Putih, Washington menentukan empat syarat untuk tetap terlibat di kesepakatan nuklir.
Presiden AS meminta Eropa memaksa Iran, Rusia dan Cina untuk menerima dan melaksanakan syarat tersebut. Meski demikian, Eropa baik sebelum langkah terbaru Trump atau pun setelahnya, telah menyatakan dukungan penuhnya terhadap JCPOA.
Sehari sebelum Turmp memutuskan dilanjutkannya penangguhan sanksi nuklir anti Iran, para menlu Iran dan tiga negara Eropa anggota Kelompok 5+1 menggelar pertemuan di Brussels atas inisiatif Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini untuk mengirim pesan kepada Trump bahwa kesepakan nuklir akan tetap dilanjutkan secara penuh.
Setelah Trump mengumumkan bahwa jika syarat yang diajukan Washington selama 120 mendatang tidak dilaksanakan, maka AS akan keluar dari JCPOA, Macron secara transparan menolak pengabaian komitmen oleh setiap negara peserta kesepakatan nuklir.
John Hacker, penasehat keamanan nasional Angela Merkel, kanselir Jerman juga mengatakan, Eropa tidak akan mendukung perubahan atau pembatalan kesepakatan nuklir Iran.
Namun begitu selama beberapa bulan terakhir semakin jelas bahwa Eropa mengamini Washington dalam sejumlah isu seperti program pertahanan dan rudal, aktivitas regional dan HAM Iran. Tak hanya itu, Eropa juga melontarkan permintaan serupa dengan Washington kepada Tehran.
Meski demikian, Eropa dengan tegas menyatakan bahwa isu aktivitas nuklir Iran dan JCPOA tidak ada kaitannya dengan isu seperti program rudal atau aktivitas Iran di kawasan. Sikap seperti ini membuat manuver Amerika untuk mengaitkan program rudal Iran ke JCPOA serta merusak kesepakatan nuklir ini semakin sulit.
Bagi Eropa, JCPOA bukan hanya sebuah isu ekonomi dan keamanan, tapi sebuah masalah kehormatan. Oleh karena itu, sejak dua tahun lalu telah ada upaya untuk meyakinkan gerakan anti JCPOA di dalam Amerika. Tapi begitu Amerika optimis melalui suap dan ancaman pada akhirnya Eropa akan melawan JCPOA dan peluang untuk menghancurkan kesepakatan nuklir ini terbuka. Hal ini jika terjadi maka kehormatan Eropa sebagai koordinator kesepakatan nuklir dengan Iran akan hancur. (MF)