Protes Cina atas Strategi Nuklir Baru Amerika
https://parstoday.ir/id/news/world-i51037-protes_cina_atas_strategi_nuklir_baru_amerika
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Cina mengabarkan penentangan negara ini atas strategi nuklir baru Amerika Serikat.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 05, 2018 13:46 Asia/Jakarta
  • Ren Guoqiang
    Ren Guoqiang

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Cina mengabarkan penentangan negara ini atas strategi nuklir baru Amerika Serikat.

Ren Guoqiang, Jubir Kemenhan Cina mendesak Amerika untuk menyingkirkan pemikiran tentang perang dingin dan menjalankan tanggung jawab melucuti senjata nuklirnya.

Menurut Jubir Kemenhan Cina, Beijing selalu menahan diri untuk tidak melakukan perluasan senjata nuklir dan mempertahankan kemampuan nuklirnya di level terendah sesuai kebutuhan keamanan nasional.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dalam strategi keamanan nasional baru negaranya, menyebut Rusia dan Cina sebagai dua negara musuh utama Amerika dan menegaskan, jika mereka meningkatkan kekuatan, maka Amerika akan menghadapinya.

Sehubungan dengan itu, pemerintah Washington mengumumkan strategi nuklir barunya yang berlandaskan pada produksi bom atom berskala kecil untuk digunakan dalam perang, ancaman melancarkan serangan atom untuk pencegahan dan penggunaan senjata atom untuk menghadapi serangan non-nuklir, cyber atau teroris.

Artinya, Amerika saat ini sedang berusaha menunjukkan definisi baru tentang senjata nuklir dan perang mendatang. Pasalnya, selama ini bom atom diproduksi sebagai elemen kekuatan pencegahan, namun pemerintah Amerika  akan menggunakannya sebagai senjata aplikatif yang pasti akan mengubah level ancaman dan perang secara umum.

Trump dan senjata nuklir Amerika

Stephen I. Schwartz, mantan editor jurnal Nonproliferation Review mengatakan, kekhawatiran terbesar terkait dengan perluasan payung nuklir dan langkah Amerika ini menyebabkan ambang batas penggunaan senjata nuklir menjadi sangat rendah.

Di sisi lain, pemerintah Cina menilai strategi Trump itu sebagai kelanjutan dari pemikiran tentang perang dingin yang berlandaskan pada persaingan senjata dan peningkatan keamampuan pencegahan dengan bersandar pada berbagai jenis senjata destruktif, menjadikan solusi militer sebagai ganti dialog dan kerja sama, dan pembagian negara-negara dunia kepada blok dan kubu yang saling berhadapan.

Hal ini juga dapat menjadi pertanda bahwa Amerika ingin menghidupkan kembali reaktor-reaktor nuklir dan rudalnya. Itulah mengapa Cina selalu menentang kebijakan-kebijakan militer pemerintah Amerika dan selalu mendesak dialog dan upaya meningkatkan kesejahteraan dunia dengan membangun kerja sama ekonomi.

Anatoly Antonov, mantan Duta Besar Rusia untuk Amerika mengatakan, Amerika ingin menjustifikasi penambahan anggaran militer dan potensi nuklirnya yang bermasalah itu, dengan dalih Rusia dan Cina. Kami memahami bahwa di balik langkah semacam ini terdapat ambisi Amerika untuk menyuntikkan dana besar ke sektor militer dan industri. Kami tahu bahwa langkah ini akan menguras trilyunan dolar.

Namun demikian, Cina memahami dengan baik bahwa tujuan Amerika menciptakan persaingan senjata dan nuklir, adalah untuk mewujudkan kondisi serupa bagi Uni Soviet dulu yang berujung dengan keruntuhan. Oleh karena itu, Cina dan Rusia tidak akan bersedia masuk ke dalam permainan militer Amerika itu. (HS)