Upaya AS Menggagalkan Sidang DK PBB Soal Suriah
-
Dewan Keamanan
Sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) Rabu (14 Februari 2018) tentang krisis Suriah berakhir tanpa mencapai keputusan.
Meskipun sidang Dewan digelar dengan tujuan meninjau krisis kemanusiaan, akan tetapi alasan utamanya adalah penembakan jatuh jet tempur F-16 milik rezim Zionis oleh pertahanan udara Angkatan Udara Suriah pada hari Ahad. Penembakan jatuh jet Israel itu merupakan peristiwa sangat getir bagi rezim dan Amerika. Washington diharapkan mampu mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menyelidiki krisis Suriah dengan membenarkan terjadinya krisis kemanusiaan atau mengklaim penggunaan senjata kimia oleh rezim Suriah.
Sidang tersebut kembali membuktikan bahwa Dewan Keamanan telah menjadi lemabga yang tidak berfungsi terkait krisis Suriah karena Amerika Serikat dan sekutunya di Barat menggunakan Dewan sebagai "alat".
Dalam hal ini, Hassan Shokripour, seorang analis strategis Asia Barat, meyakini krisis Suriah telah dengan jelas menunjukkan bahwa Dewan Keamanan merupakan institusi politis dan pemanfaatan politik suportif dari lembaga ini oleh AS dan negara-negara Barat lainnya telah mereduksi kredibilitas Dewan Keamanan khususnya di sektor tatanan global dan perluasan hak asasi manusia.
Indikasi tersebut telah terlihat dengan jelas pada sidang Dewan Keamanan Rabu (14/2/2018) menyusul sidang tersebut berubah menjadi ajang perselisihan antara Amerika Serikat dan Rusia soal Suriah. Amerika Serikat menggunakan Dewan Keamanan untuk memberikan tekanan pada negara-negara anggota untuk berperan di Suriah di hadapan Rusia dan Republik Islam Iran dan sekutu-sekutunya.
Pada sebuah sidang itu, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley, menuding Republik Islam Iran "melakukan pemboman" dan menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil di Suriah dan Timur Tengah, dan menuntut agar Rusia menggunakan pengaruhnya terhadap rezim Suriah untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas di negara itu.
Sementara itu, Duta Besar Venezuela untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Vasily Nibenzia, juga menanggapi ucapan Nikki Haley dengan menyinggung pengaruh AS terhadap kelompok oposisi Suriah, serata menyerukan Washington menggunakan pengaruhnya untuk mencegah terjadinya kekerasan dari pihak oposisi. Selain itu menurutnya Amerika Serikat juga mencegah solusi politik untuk krisis Suriah.
Bahwa Amerika Serikat, dengan mempolitisasi sidang Dewan Keamanan, menghalangi tercapainya hasil positif dari sidang tersebut terkait krisis Suriah, bersandarkan pada dua penyebab. Pertama, Amerika Serikat telah menyadari kekalahannya di medan perang Suriah dan berusaha mencegah Rusia menyukseskan gagasnnya terkait krisis Suriah di Dewan Keamanan.
Kedua, Amerika Serikat sedang mempertimbangkan kepentingan rezim Zionis dan berusaha mencegah kehadiran Republik Islam Iran di Suriah selatan, dan di sisi lain, dengan mengupayakan tekanan membentuk sistem federal, Washington sedang mengupayakan desentralisasi kekuasaan dari rezim Suriah. Langkah ini telah membuat Dewan Keamanan menjadi lembaga yang tidak efisien dalam krisis serius seperti Suriah dan berubah menjadi lembaga "instrumen".(MZ)