Kekalahan Diplomasi AS Lawan Iran di PBB
AS mengambil langkah terbaru untuk menutupi kejahatannya dan Arab Saudi terhadap rakyat tertindas Yaman dengan mengalihkan perhatian publik dari kenyataan getir di Yaman melalui tuduhan anti-Iran. Namun kali ini pun langkah Amerika Serikat membentur dinding.
Dalam sidang Dewan Keamanan PBB, Amerika Serikat bermaksud melontarkan tuduhan anti-Iran dengan mendukung draf resolusi usulan Inggris untuk menutupi berlanjutnya perang di Yaman. Akan tetapi draf resolusi tersebut diveto oleh Rusia.
Hamid Baeidinejad, Duta Besar Iran di London dalam Twitter-nya menulis, "Amerika Serikat mengejar tiga tujuan; Iran melanggar sanksi terhadap Yaman; dengan dalih isu rudal, sebuah resolusi Yaman, dan pelaksanaan resolusi 2231, maka isu rudal Iran, dimasukkan dalam agenda kerja Dewan; dan akhirnya, dengan menuding Iran sebagai pelanggar, maka terbuka peluang pemberlakuan sanksi baru Dewan Keamanan terhadap Iran."
Klaim bahwa Iran membantu persenjataan kepada Yaman menguat pasca rudal yang diluncurkan pada bulan November dari Yaman ke bandara di Riyadh.
Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley mencoba menggulirkan sandiwara palsu di Pentagon pada akhir Desember, dengan memamerkan puing dari rudal yang dia klaim telah dikirim dari Iran ke Yaman. Klaim palsu anti-Iran itu berusaha dipaksakannnya kepada anggota Dewan Keamanan, namun sejumlah pejabat pertahanan AS menolak tuduhan tersebut.
"Sangat konyol jika Gedung Putih beranggapan dapat menggalang dukungan internasional terkait kekhawatiran terhadap peran Iran dalam konflik Timur Tengah, dan meningkatkan status kesepakatan nuklir dengan keluar dari JCPOA serta memberlakukan sanksi baru terhadap Iran," kata Daryl Kimball, direktur eksekutif Arms Control Association.
Amerika Serikat dan Arab Saudi menuduh Iran mengirim senjata ke Yaman, di saat mereka telah melakukan banyak transaksi senjata dalam beberapa tahun terakhir, dan telah menggunakan berbagai rudal dan bom, termasuk bom cluster yang dilarang menargetkan rakyat Yaman setiap hari.
Menurut Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, apa yang terjadi di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah tindakan buruk dan dalam rangka mendukung negara agresor di Yaman.
Iran sejak awal krisis di Yaman, selalu menekankan bahwa satu-satunya solusi untuk krisis di negara itu adalah "solusi politik" dan dalam kerangka ini, Iran merancang sebuah prakarsa empat elemen. Keempat elemen dalam prakarsa tersebut adalah menciptakan gencatan senjata segera di Yaman, mengirim bantuan kemanusiaan, melakukan pembicaraan intraYaman, dan membentuk sebuah pemerintahan komprehensif di Yaman sehingga negara ini dapat menjalin hubungan baik dengan tetangganya.(MZ/PH)