Miliki Kekuatan Militer Terbesar, Tapi AS Mengaku Terancam
-
Hua Chunying.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying kembali mendesak Amerika Serikat untuk meninggalkan mentalitas Perang Dingin terhadap Cina dan negara-negara lain.
Hua, seperti dilansir Sputniknews, Kamis (1/3/2018) mengatakan bahwa Cina berharap agar AS meninggalkan mentalitas dan persepsinya yang kembali ke era Perang Dingin dan memikirkan perdamaian di dunia.
Dia menekankan pemeliharaan perdamaian dan stabilitas di dunia, dan menambahkan AS memiliki kekuatan militer dan anggaran militer terbesar di dunia, tapi masih menganggap negara-negara lain sebagai ancaman bagi AS.

Komentar Hua Chunying datang sehari setelah Kepala Pusat Komando Startegis Pentagon, Jenderal John Hyten menyebut Rusia sebagai ancaman terbesar bagi AS, dan menganggap Cina sebagai musuh yang sedang bergerak cepat mendekati AS.
Tinjauan Postur Nuklir (NPR) AS juga menuding Rusia dan Cina dengan cepat sedang memodernisasi kemampuan nuklir mereka. Pemerintah Beijing menentang strategi baru nuklir AS yang menganggap Cina sebagai ancaman.
Seorang juru bicara lain Kemenlu Cina, Geng Shuang juga meminta para pejabat AS untuk menyingkirkan mentalitas Perang Dingin dan melaksanakan tanggung jawabnya terkait perlucutan senjata. (RM/PH)