Turki Ancam Perancis jika Dukung Milisi Kurdi
-
Erdogan
Presiden Perancis, Emmanuel Macron menjanjikan dukungan untuk militan Kurdi yang didukung AS di Suriah utara, yang menjadi sasaran serangan Turki. Pernyataan itu mendorong Ankara mengecam dukungna tersebut dan bahkan menilainya sebagai "dukungan nyata terhadap teroris."
Untuk pertama kalinya sejak memasuki Istana Elysee, Macron pada hari Kamis (29/3/2018) menerima delegasi dari apa yang disebut Pasukan Demokratis Suriah (SDF), milisi di Suriah utara dan timur yang sebagian besar didominasi oleh Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) .
"Presiden ... memberi penghormatan atas pengorbanan dan peran determinan SDF dalam perang melawan Daesh," demikian disebutkan kantor Presiden Perancis dalam sebuah pernyataan.
Pernyataan Macron itu mengundang kemarahan dari pihak Ankara, dan Wakil Perdana Menteri, Bekir Bozdag pada Jumat (30/3/2018) menegaskan bahwa janji untuk mendukung pasukan Kurdi sama artinya memberikan legitimasi kepada kelompok teroris.
"Mereka yang terlibat dalam kerja sama dan solidaritas dengan kelompok-kelompok teror anti-Turki ... akan, seperti para teroris, menjadi target serangan Turki," tulis Bozdag di Twitter-nya. "Kami berharap Perancis tidak mengambil langkah irasional seperti itu."
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, juga mencela sikap Perancis dan menilainya "salah kaprah."
Ditambahkannya bahwa Ankara tidak berniat melukai tentara negara sekutu yang dikerahkan ke Suriah utara, namun pada saat yang sama Turki tidak tidak mungkin membiarkan para militan dengan bebas di dekat perbatasannya.(MZ)