Kerja Sama AS dan Eropa Lemahkan JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/world-i55396-kerja_sama_as_dan_eropa_lemahkan_jcpoa
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, jika Amerika Serikat keluar dari perjanjian nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), maka langkah ini akan memiliki konsekuensi "yang sangat tidak menyenangkan" bagi Washington.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 20, 2018 14:22 Asia/Jakarta
  • Bendera pihak penandatangan JCPOA
    Bendera pihak penandatangan JCPOA

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, jika Amerika Serikat keluar dari perjanjian nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), maka langkah ini akan memiliki konsekuensi "yang sangat tidak menyenangkan" bagi Washington.

Seiring semakin dekatnya tenggat waktu bagi Presiden AS, Donald Trump untuk memutuskan masalah JCPOA, berbagai pihak memberikan  peringatan keras mengenai dampak buruk jika AS keluar dari perjanjian internasional itu.

Sebelumnya, Trump mengancam akan menarik negaranya keluar dari JCPOA pada 12 Mei nanti, jika tiga negara Eropa yang ikut menandatangani kesepakatan tersebut tidak merevisi butir perjanjian antara kelompok 5+1 dengan Iran.

Ketua Komisi Luar Negeri Senat AS, Bob Corker beberapa hari lalu mengatakan, "Jika tidak terjadi perubahan siginifikan dalam isi kesepakatan nuklir Iran, maka Trump akan menarik AS keluar dari kesepakatan tersebut,".

Sebelum terpilih sebagai presiden AS, Trump dikenal getol mengkritik Obama karena menerima JCPOA. Setelah menjabat sebagai orang nomor satu di AS,  ia juga berulangkali mengancam akan menarik keluar negaranya dari kesepakatan nuklir internasional itu. Selain itu, AS juga dalam berbagai kasus melanggar perjanjian nuklir yang diakui oleh PBB ini, termasuk menghalangi hubungan perdagangan Iran dengan negara lain.

Presiden AS, Donald Trump

 

Mengenai masalah ini, peneliti Universitas Princeton yang penah menjabat sebagai diplomat Iran, Hossein Mousavi mengatakan bahwa sikap AS yang tidak menjalankan komitmennya terhadap JCPOA menyebabkan kesepakatan nuklir antara Iran dan kelompok 5+1 rentan.

Di tengah semakin gencarnya ancaman Trump untuk keluar dari JCPOA, tiga negara Eropa yaitu Inggris, Perancis dan Jerman mengambil berbagai langkah untuk meyakinkan Trump supaya mempertahankan AS tidak keluar dari JCPOA. Salah satunya dengan menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran dalam masalah rudal dan peran Iran di kawasan. Langkah ketiga negara Eropa ini tidak lain dari pembagian tugas dengan AS  dalam masalah Iran.

Menyikapi masalah ini, Penasihat Pemimpin Besar Republik Islam Iran Urusan Internasional, Ali Akbar Velayati hari Kamis (19/4) mengatakan, Eropa dan AS mengira bisa menekan Iran melalui JCPOA, dengan berbagi peran di antara mereka; AS mengenai peran Iran di kawasan, Perancis berkaitan dengan program rudal pertahanan Iran, dan Inggris telah lebih dahulu dalam pembagian peran tersebut.

Kebijakan Eropa dan AS dalam masalah JCPOA menunjukkan kerja sama di antara mereka untuk menghadapi Iran meskipun di antara mereka berselisih pandangan mengenai kesepakatan nuklir Iran. Tampaknya mereka disatukan oleh kepentingan yang sama demi menekan Iran dan mengontrol negara ini supaya mematuhi dikte mereka.

Republik Islam Iran sebagai negara independen memiliki sikap sendiri yang tidak bisa diatur oleh pihak lain, termasuk dalam masalah pertahanan dan JCPOA demi kepentingan nasionalnya. Sejatinya, apapun keputusan ketiga negara Eropa dan AS dalam masalah JCPOA pasti akan mendapatkan balasan setimpal dari Republik Islam Iran.(PH)