Seruan Dunia untuk Melestarikan JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/world-i55602-seruan_dunia_untuk_melestarikan_jcpoa
Masyarakat internasional sedang meningkatkan upayanya untuk mendorong Amerika Serikat berkomitmen terhadap kesepakatan nuklir Iran (JCPOA), sebelum Presiden Donald Trump mengumumkan posisinya terkait perjanjian ini.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 24, 2018 10:05 Asia/Jakarta
  • Negara-negara peserta perundingan nuklir Iran plus Uni Eropa.
    Negara-negara peserta perundingan nuklir Iran plus Uni Eropa.

Masyarakat internasional sedang meningkatkan upayanya untuk mendorong Amerika Serikat berkomitmen terhadap kesepakatan nuklir Iran (JCPOA), sebelum Presiden Donald Trump mengumumkan posisinya terkait perjanjian ini.

Perwakilan Tinggi PBB untuk Pelucutan Senjata, Izumi Nakamitsu pada Senin (23/4/2018) mengatakan, "Kami berharap bahwa semua peserta tetap berkomitmen penuh untuk melaksanakan dan mempertahankan kesepakatan nuklir dalam jangka panjang."

Trump pada 12 Mei nanti akan membuat keputusan apakah memperpanjang penangguhan sanksi nuklir Iran atau justru mengembalikan sanksi.

JCPOA menyebutkan selama Iran mematuhi kesepakatan, maka AS tidak akan memberlakukan kembali sanksi-sanksi yang sudah ditangguhkan. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) – satu-satunya lembaga internasional yang paling berwenang untuk mengevaluasi substansi program nuklir – dalam 10 laporannya mengakui kepatuhan Tehran terhadap JCPOA.

Namun, Trump dengan mengabaikan laporan itu menyebut JCPOA sebagai kesepakatan terburuk dalam sejarah Amerika dan mengancam akan merobeknya. Sikap yang tidak bertanggung jawab ini telah memicu kekhawatiran masyarakat internasional.

JCPOA adalah hasil dari 12 tahun perundingan intensif yang melibatkan tujuh negara plus partisipasi kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, yang mewakili 28 negara anggota. Dokumen yang dicapai di akhir negosiasi juga telah menjadi bagian dari resolusi Dewan Keamanan PBB, yang disetujui oleh seluruh anggota termasuk Amerika sendiri.

Izumi Nakamitsu.

Selain itu, tim inspeksi nuklir PBB secara rutin melakukan kunjungan ke Iran dan mereka memverifikasi aspek damai program nuklir negara ini.

Sekarang, Perwakilan Tinggi PBB untuk Pelucutan Senjata yang bertugas di bidang non-proliferasi nuklir, juga meminta Gedung Putih untuk mempertahankan kesepakatan nuklir yang ditandatangani dengan Iran.

Di lain pihak, Tehran mengancam akan mengembalikan aktivitas nuklirnya ke tingkat sebelum kesepakatan jika Washington keluar dari JCPOA.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan jika AS keluar dari JCPOA, Iran akan memulai kembali kegiatan nuklirnya dengan lebih cepat dari sebelumnya.

Menurut Zarif, AS tidak hanya gagal melaksanakan bagiannya dalam kesepakatan, tetapi malah menuntut lebih banyak lagi. Dengan demikian, Washington telah mengirim sebuah pesan yang sangat berbahaya kepada rakyat Iran dan masyarakat dunia bahwa jangan pernah percaya pada AS.

Pemerintah Iran siap untuk melanjutkan apa saja yang telah dihentikan selama ini sesuai dengan kesepakatan nuklir. Kepala Badan Energi Nuklir Iran (AEOI), Ali Akbar Salehi mengatakan, jika AS keluar dari kesepakatan nuklir, Iran sepenuhnya siap dari segi teknis, di mana mereka akan dibuat takjub dan ini tidak berlebihan.

Hampir seluruh negara dunia dan lembaga-lembaga internasional – yang menangani isu-isu keamanan – serta mayoritas politisi Amerika meminta Trump untuk mempertahankan kesepakatan nuklir dengan Iran. (RM)