Persiapan Militer India Cegah Masuknya Pengungsi Rohingya
-
Pengungsi Rohingya
Militer India dalam statemennya menginstruksikan angkatan darat bersiaga penuh untuk mencegah masuknya Muslim Rohingya ke perbatasan bersama dengan Bangladesh.
Statemen militer India menekankan, mereka tidak akan membiarkan pengungsi Muslim Rohingya masuk ke wilayah negaranya, karena berdasarkan klaim militer India, sejumlah dari pengungsi ini memiliki hubungan dengan dinas rahasia Pakistan. Mengingat bahwa baru-baru ini pemerintah New Delhi mengumumkan akan mengusir pengungsi Muslim Rohingya dari wilayahnya maka hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah India dengan fokus pada isu ini tengah mengejar dua tujuan.
Pertama, dengan menutup garis perbatasannya dengan Bangladesh dan mengusir Muslim Rohingya, India ingin menerapkan represi lebih besar kepada pemerintah Bangladesh supaya Muslim Rohingya diakui sebagai warga negaranya. India seperti Myanmar mengklaim bahwa Muslim Rohingya adalah warga Bangladesh dan hidup di negara tetangga ini sebagai imigran. Oleh karena itu, India saat bekerja sama dengan pemerintah Myanmar fokus Muslim Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh.
Kedua, pemerintah India untuk merealisasikan tujuannya mulai menebar tudingan kepada Muslim Rohingya sebagai spionase Pakistan sehingga muslim tertindas ini tidak memiliki peluang untuk membela diri atau membantah tudingan New Delhi.
Ini artinya pemerintah India dengan menjelek-jelekkan nama Muslim Rohingya yang sebelumnya juga dituding sebagai kelompok radikal, berusaha menciptakan citra negatif bagi mereka di tingkat regional dan internasional sehingga New Delhi dapat menjustifikasi sikapnya yang melarang masuknya pengungsi Rohingya ke negara mereka.
Di sisi lain elit politik Bangladesh meyakini bahwa pemerintah India harus memanfaatkan hubungan baiknya dengan Myanmar untuk mempersiapkan peluang kepulangan pengungsi Rohingya ke negaranya.
Sayid Muazzem Ali, pengamat politik Bangladesh mengatakan, "India, mengingat hubungan baik ekonomi dan teknis dengan Myanmar dan juga menjadi anggota persatuan Teluk Bengal, mampu mendorong pemerintah Myanmar menghentikan pembantaian Muslim Rohingya. Jika tidak maka potensi maraknya radikalisme untuk menggoncang stabilitas di kawasan akan terbuka lebar."
Seiring dengan kian dekatnya musim hujan di Bangladesh dan meningkatnya potensi banjir serta dampak besarnya bagi Muslim Rohingya yang hidup di tempat pengungsian kamp Cox's Bazar di Banglades, India khawatir jika pengungsi ini memilih untuk pindah ke wilayahnya. Padahal berbagai elit regional dan internasional berharap India yang mengaku sebagai negara penting di kawasan, dalam koridor aksi kemanusiaan, siap membantu Muslim Rohingya untuk mencegah maraknya wabah yang mengancam nyawa pengungsi ini.
William O. Beeman, dosen Universitas Minnesota mengatakan, "Salah satu kendala terbesar saat ini yang mengancam warga Myanmar atau Muslim Rohingya di kawasan Bengali. Padahal mereka dari generasi ke generasi hidup di Myanmar di Provinsi Rakhine. Isu ini harus diselesaikan secara mendasar."
Bagaimana pun juga rakyat India berulang kali menggelar aksi demo besar-besaran mengecam kejahatan militer dan kelompok Budha ekstrim Myanmar terhadap Muslim Rohingya. Oleh karena itu sikap pemerintah India yang melarang masuknya Muslim Rohingya ke wilayahnya dengan alasan apapun dan upaya mengusir mereka akan bertentangan dengan pandangan rakyat India sendiri. Hal ini juga akan merusak citra partai berkuasa Bharatiya Janata. (MF)