Iran: Akses Adil ke AI untuk Semua, Tak Boleh Dikuasai Segelintir Negara
-
Kecerdasan Buatan
ParsToday – Wakil Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Iran di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi "Dampak AI" di India menekankan pentingnya akses global yang adil dan demokratisasi teknologi ini.
Melaporkan dari IRNA, ParsToday pada Sabtu, 21 Februari 2026, Ehsan Chitsaz, Wakil Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Republik Islam Iran bidang Kebijakan dan Pengembangan Ekonomi Digital, di sela-sela KTT Global "Dampak AI 2026" di New Delhi, mengumumkan bahwa kecerdasan buatan tidak boleh dimonopoli oleh segelintir negara atau perusahaan besar, tetapi harus melayani pembangunan global yang inklusif.
Merujuk pada pidato Perdana Menteri India, ia menegaskan keselarasan prinsip-prinsip digital Iran dengan pendekatan yang dikemukakan dalam KTT ini.
Chitsaz menegaskan, "Kecerdasan buatan harus melayani seluruh umat manusia dan pembangunan global yang inklusif. Akses yang adil terhadapnya harus dijamin."
Ia menambahkan bahwa Republik Islam Iran menekankan demokratisasi AI, pengurangan kesenjangan digital, dan pemanfaatan teknologi ini untuk memberdayakan semua lapisan masyarakat.
Penekanan pada Keadilan Digital dan Kerja Sama Selatan-Selatan
Wakil Menteri Komunikasi Iran merujuk pada kebijakan makro Iran di bidang transformasi digital, dan mengatakan akses yang adil terhadap teknologi baru, pengembangan ekonomi digital, dan dukungan terhadap perusahaan berbasis pengetahuan merupakan poros strategis Iran. Ia menilai kerja sama dengan negara-negara sehaluan, termasuk India, efektif dalam mencapai tujuan bersama di bidang tata kelola AI yang bertanggung jawab.
KTT Global "Dampak AI 2026" digelar di New Delhi dengan dihadiri para pemimpin politik, menteri teknologi, dan direktur perusahaan besar dari lebih dari 110 negara. KTT ini membahas isu-isu seperti tata kelola, keamanan, regulasi, serta konsekuensi sosial dan ekonomi AI.
Pertemuan ini dikenal sebagai pertemuan puncak AI besar pertama di Global Selatan, yang dibentuk dengan tujuan menciptakan kerangka bersama bagi pengembangan teknologi ini secara bertanggung jawab.
Republik Islam Iran dalam beberapa tahun terakhir, dengan merumuskan dokumen strategis di bidang AI, mengembangkan infrastruktur pemrosesan, dan memperluas pelatihan khusus, telah melangkah dalam memperkuat posisinya di ekonomi digital regional dan global. Kehadiran aktif di KTT New Delhi dipandang sebagai bagian dari diplomasi teknologi dan peran efektif dalam tatanan masa depan tata kelola AI.(sl)