Dari AI untuk Dunia: Iran Gencarkan Diplomasi Teknologi dan Budaya
https://parstoday.ir/id/news/iran-i185820-dari_ai_untuk_dunia_iran_gencarkan_diplomasi_teknologi_dan_budaya
ParsToday – Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Iran menegaskan bahwa pengembangan kerja sama multilateral di bidang kecerdasan buatan (AI), pertukaran pengetahuan, dan penguatan infrastruktur komunikasi merupakan prioritas Republik Islam Iran.
(last modified 2026-02-21T05:01:09+00:00 )
Feb 21, 2026 11:56 Asia/Jakarta
  • Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Iran, Sayid Sattar Hashemi
    Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Iran, Sayid Sattar Hashemi

ParsToday – Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Iran menegaskan bahwa pengembangan kerja sama multilateral di bidang kecerdasan buatan (AI), pertukaran pengetahuan, dan penguatan infrastruktur komunikasi merupakan prioritas Republik Islam Iran.

Kantor Berita IRNA, Jumat lalu, melaporkan hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi Global "Dampak AI 2026" yang diselenggarakan di India. Acara ini dihadiri lebih dari 20 presiden dan perdana menteri serta lebih dari 40 menteri dari berbagai negara. Agenda utama meliputi tata kelola AI, regulasi internasional, dan pengembangan teknologi strategis ini secara bertanggung jawab.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Iran, Sayid Sattar Hashemi, memaparkan kapasitas nasional di bidang infrastruktur digital. Ia menekankan pentingnya memperluas kerja sama multilateral dalam tata kelola AI sebagai prasyarat terbentuknya tatanan yang adil dalam ekonomi digital global.

Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Hukum dan Internasional Iran

Perundingan Nuklir Jenewa: Konsultasi Iran-Rusia-Tiongkok Berlanjut

Kantor Berita Fars, Kamis malam, melaporkan pertemuan dan konsultasi antara duta besar Tiongkok dan Rusia dengan Wakil Menteri Luar Negeri Iran di Tehran.

Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Hukum dan Internasional Iran, di akun media sosial X menulis, "Dalam pertemuan bersama dengan duta besar Federasi Rusia dan Republik Rakyat Tiongkok, kami membahas perkembangan terbaru terkait perundingan nuklir di Jenewa dan sejumlah isu bilateral."

Ia menambahkan, "Ketiga negara akan terus melakukan konsultasi dan koordinasi erat mengenai isu-isu penting dalam kerangka hubungan strategis mereka."

Pameran Al-Qur'an

Pameran Al-Qur'an Resmi Dibuka di Tehran

Kantor Berita IRNA, Jumat, mengumumkan dimulainya Pameran Al-Qur'an Internasional ke-33 di Mosala Imam Khomeini, Tehran. Acara keagamaan ini berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadhan selama dua pekan.

Hujjat A-Islam Hamidreza Arbab Soleimani, Wakil Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Bidang Al-Qur'an, merinci program pameran. Pameran ini terdiri dari 11 bagian pameran dan tiga bagian komersial, mencakup 70 sub-bidang khusus dan 14 tema utama.

Bagian internasional Pameran Al-Qur'an Tehran diikuti negara-negara seperti Indonesia, Mesir, Oman, Turki, Pakistan, Irak, Bosnia, dan Kazakstan. Hal ini mencerminkan posisi global acara budaya tersebut. Bersamaan dengan Tehran, pameran Al-Qur'an juga digelar di 24 provinsi lain Iran.

Raja Charles dan Pangeran Andrew

Pangeran Andrew Bebas Setelah 11 Jam Ditahan

Kantor Berita Mehr, mengutip kepolisian Inggris, melaporkan bahwa Pangeran Andrew, saudara Raja Inggris, yang ditahan di kediamannya di Inggris timur pada Kamis dini hari, dibebaskan sore harinya.

Kepolisian Daerah Thames Valley mengonfirmasi bahwa pangeran Inggris tersebut ditahan atas dugaan penyalahgunaan jabatan publik. Setelah menjalani interogasi awal, ia dibebaskan dengan status "ditahan dalam penyelidikan". Status ini berarti ia belum didakwa secara resmi, tetapi juga belum dibebaskan dari segala tuduhan.

Langkah ini diambil dalam kerangka investigasi terkait hubungan masa lalu Pangeran Andrew dengan miliarder Amerika dan terpidana kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Kasus ini telah membawa konsekuensi politik dan sosial yang luas bagi Keluarga Kerajaan Inggris dalam beberapa tahun terakhir.(sl)