Walsh: Iran Berhak Respon Pelanggaran JCPOA
-
JCPOA
James Walsh, pengamat nuklir Amerika Serikat menilai respon terhadap pelanggaran Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) sebagai hal legal Republik Islam Iran.
Walsh yang juga dosen sebuah universitas di Amerika saat diwawancarai IRNA menyebut reaksi Iran terhadap pelanggaran JCPOA oleh pihak seberang sebagai hal legal negara ini. "Tehran dengan meningkatkan level aktivitas nuklirnya dapat memberi jawaban yang tepat kepada Washington," papar Walsh.
Ia menambahkan, keluar dari JCPOA akan merugikan Amerika dan negara ini akan terkucil di opini publik dunia.
Pengamat nuklir asal Amerika ini juga mengatakan, jawaban Iran terhadap pelanggaran JCPOA dapat membuat negara ini semakin dekat dengan Rusia dan Cina serta Eropa sehingga Tehran mampu mengambil keputusan baru.
Walsh menjelaskan, jika Amerika menginjak-injak kesepakatan nuklir, Iran sebagai sebuah negara independen akan berhak melakukan langkah yang dinilai Tehran sebagai hal yang terbaik.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump berdasarkan undang-undang yang diratifikasi Kongres, memiliki waktu hingga 12 Mei 2018 mengambil keputusan memperpanjang penangguhan sanksi nuklir Iran. (MF)