Merkel: Jerman Bertekad Pertahankan JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/world-i57756-merkel_jerman_bertekad_pertahankan_jcpoa
Angela Merkel, Kanselir Jerman hari Selasa (29/5) dalam pertemuan Global Solutions 2018 di Berlin menjelaskan, Jerman bertekad mempertahankan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
(last modified 2026-04-28T13:34:36+00:00 )
May 30, 2018 00:27 Asia/Jakarta
  • Angela Merkel, Kanselir Jerman
    Angela Merkel, Kanselir Jerman

Angela Merkel, Kanselir Jerman hari Selasa (29/5) dalam pertemuan Global Solutions 2018 di Berlin menjelaskan, Jerman bertekad mempertahankan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).

Donald Trump, Presiden Amerika hari Selasa, 8 Mei dengan mengulangi tuduhan tidak berdasar terhadap Iran mengumumkan penarikan diri Washington dari JCPOA dan kembalinya sanksi nuklir selama 3 hingga 6 bulan ke depan.

Angela Merkel, Kanselir Jerman

Langkah Trump ini mendapat kecaman luas baik di internal Amerika maupun internasional.

Antonio Guterres, Sekjen PBB menyampaikan penyesalan mendalam terkait keputusan sepihak presiden Amerika Serikat.

Inggris, Perancis, Rusia, Cina, Jerman dan Uni Eropa sebagai pihak-pihak yang terlibat dalam JCPOA mengumumkan kelanjutan dukungan kepada perjanjian nuklir ini.

Sekaitan dengan hal ini, Iran dan Eropa dalam beberapa hari terakhir telah memulai pembicaraan untuk mempertahankan JCPOA pasca keluarnya Amerika dari kesepakatan internasional ini.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran hari Rabu malam (23/5) dalam menjelaskan sejumlah syarat penting untuk melanjutkan JCPOA dengan Eropa menegaskan, Eropa harus membawa resolusi anti-Amerika ke DK PBB, Eropa harus berjanji dan memegang komitmennya bahwa mereka sedikitpun tidak akan menyinggung masalah rudal dan partisipasi regional Iran, Eropa harus menghadapi setiap bentuk sanksi Amerika terhadap Iran, jika Amerika berhasil mengganggu penjualan minyak Iran, maka Eropa harus membeli minyak dari Iran setara dengan jumlah kebutuhan kami dan bank-bank Eropa harus menjamin soal pemasukan dan pembayaran hasil perdagangan pemerintah dan swasta dengan Iran.