Mempertanyakan Kredibilitas AS dalam Perundingan dengan Korut
-
Emmanuel Macron, Presiden Perancis
Presiden Perancis menekankan perlunya mempertahankan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan mengatakan, ketika kesepakatan nuklir JCPOA retak, kesepakatan yang mungkin dicapai Amerika Serikat dengan Korea Utara tidak akan kredibel.
Emmanuel Macron, Presiden Amerika menyebut Amerika tidak boleh melakukan aksi-aksi yang memaksa Republik Islam Iran keluar dari JCPOA. Menurutnya, keluarnya Amerika dari JCPOA dan tekanan negara ini terhadap Iran tidak akan menghasilkan apa-apa.
Sejak pengumuman penarikan diri sepihak Washington dari JCPOA, negara-negara Eropa telah mengumumkan bahwa mereka akan tetap dalam JCPOA dan tetap mengupayakan negosiasi internal antara negara-negara Eropa dan para pejabat Eropa dengan Iran soal solusi nyata dalam rangka melanjutkan JCPOA.
Tehran telah menyatakan hanya akan tetap berada di JCPOA selama Eropa memastikan dan menjaga kepentingan Iran, termasuk manfaat ekonomi yang terkandung dalam perjanjian ini. Upaya-upaya ini di luar dari fakta bahwa penarikan sepihak AS dari JCPOA telah menyebabkan semakin banyak isolasi internasional terhadap Washington.
Martin Dempsey, mantan Kepala Staf Gabungan Militer AS, mengecam penarikan Gedung Putih dari JCPOA dan mengatakan, penarikan itu telah menyebabkan Washington memiliki lebih sedikit mitra di kancah internasional.
Penarikan diri sepihak Amerika Serikat dari JCPOA dilakukan ketika Presiden AS, Donald Trump sebelumnya telah menarik diri dari Kesepakatan Paris yang merupakan kesepakatan global. Dalam beberapa pekan terakhir, Trump juga memulai perang dagang baru terkait tarif baru baja dan aluminium. Kebijakan Tump dan pelanggaran atas kesepakatan internasional dengan berbagai dalih telah menyebabkan negara ini lebih terisolasi dari sebelumnya di arena internasional.
Kenyataan ini seperti yang disampaikan Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian bahwa logika Amerika berdasarkan isolasi dan unilateralisme.
Dalam situasi seperti itu, penarikan diri sepihak Washington dari perjanjian internasional, termasuk JCPOA adalah garis pembatal atas klaim yang dibuat oleh para pejabat negara ini bahwa Amerika akan komitmen dengan janjinya. Sejatinya, kebijakan Trump telah meningkatkan ketidakpercayaan terhadap negara ini, bahkan dengan mitra dan sekutunya.
Ben Cardin, senator senior negara bagian Maryland AS dan termasuk anggota senior Komite Hubungan Luar Negeri Senat Amerika mengatakan, keluarnya Trump dari JCPOA merupakan kebijakan buruk dan tindakan itu mempertanyakan kredibilitas internasional Amerika Serikat.
Peningkatan ketidakpercayaan terhadap kebijakan Washington terjadi saat negara ini akan bernegosiasi dengan Korea Utara dengan tujuan menemukan solusi untuk krisis Semenanjung Korea. Tampaknya tindakan politik dan ekonomi Trump dalam menginjak-injak perjanjian internasional telah menyebabkan meningkatnya ketidakpercayaan global terhadap Amerika Serikat, bahkan sekutu dekat negara itu juga skeptis terhadap kebijakan Washington.
Itulah mengapa Presiden Perancis menjelaskan bahwa Amerika tidak komitmen dengan kesepakatan internasional dan menyampaikan keraguannya akan nasib perundingan Korea Utara, bahkan jika kesepakatan tercapai.