Belanda Desak Uni Eropa Lawan Ancaman AS
-
Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte
Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte meminta Uni Eropa melalui sistem internasional yang berlandaskan hukum bersatu melawan ancaman Amerika Serikat.
AFP melaporkan, Mark Rutte Rabu (13/6) di akhir sidang parlemen Eropa di Strasbourg, Perancis mengatakan, kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menciptakan kendala besar bagi tatanan dunia multilateral.
Perdana menteri Belanda menambahkan, keputusan Trump keluar dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan Kesepakatan Iklim Paris serta penerapan tarif dan cukai terhadap impor baja dan aluminium Eropa tidak dapat diterima.
Sementara itu, Wakil ketua Komisi Eropa Frans Timmermans seraya membenarkan statemen perdana menteri Belanda terkait ancaman Amerika mengatakan, untuk pertama kalinya sejak tahun 1945, yakni akhir perang dunia kedua, seorang presiden Amerika memasuki Gedung Putih dan meyakini Eropa yang tidak bersatu lebih menguntungkan bagi Washington dari Eropa yang bersatu.
Tensi antara Washington dan Brussels terkait kebijakan tarif pemerintah Amerika terhadap impor baja dan aluminium meningkat drastis.
Trump menerapkan tarif 25 dan 10 persen bagi impor baja dan aluminium dari Eropa, Mexico dan Kanada. Di sisi lain, Uni Eropa juga menerapkan langkah serupa dan berencana mengadukan Washington ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).