Menanti Langkah Praktis Eropa untuk Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i60018-menanti_langkah_praktis_eropa_untuk_iran
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dalam wawancara dengan Euronews baru-baru ini, menekankan pentingnya hubungan dengan Eropa setelah Amerika Serikat meninggalkan perjanjian nuklir JCPOA.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 19, 2018 12:22 Asia/Jakarta
  • Pada 8 Mei 2018, Trump mengumumkan penarikan AS dari perjanjian nuklir dengan Iran dan mengancam akan mengembalikan sanksi-sanksi nuklir.
    Pada 8 Mei 2018, Trump mengumumkan penarikan AS dari perjanjian nuklir dengan Iran dan mengancam akan mengembalikan sanksi-sanksi nuklir.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dalam wawancara dengan Euronews baru-baru ini, menekankan pentingnya hubungan dengan Eropa setelah Amerika Serikat meninggalkan perjanjian nuklir JCPOA.

"Terlepas dari komitmen politik Eropa untuk memenuji kewajibannya berdasarkan JCPOA, sekarang kami ingin menyaksikan langkah-langkah praktis," tambahnya.

Zarif menegaskan Eropa seharusnya tidak hanya mengeluarkan pernyataan, dan Iran membutuhkan langkah-langkah praktis dari Eropa, terutama di bidang perbankan, investasi, energi, transportasi, dan dukungan untuk usaha kecil dan menengah.

Saat ini negara-negara Eropa telah meningkatkan upayanya untuk mempertahankan JCPOA, dan bersamaan dengan itu, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap negara-negara Eropa jika bekerja sama dengan Iran.

Situasi ini telah menciptakan ketidakjelasan untuk memastikan komitmen praktis Eropa dalam mempertahankan JCPOA tanpa Amerika.

Republik Islam Iran telah mengumumkan beberapa syarat untuk melanjutkan perjanjian nuklir dengan Eropa. Iran meminta kemudahan kredit melalui Bank Investasi Eropa (EIB), mengambil langkah-langkah khusus untuk melindungi perusahaan Eropa di Iran, dan melakukan transfer uang langsung ke Bank Sentral Iran untuk menghindari sanksi AS.

Syarat tersebut merupakan bagian integral dari perjanjian nuklir dan negara-negara Eropa berkewajiban untuk memenuhinya setelah AS keluar dari JCPOA, dan jika hal penting ini tidak terwujud, maka sudah tidak ada alasan untuk mempertahankan JCPOA.

Dalam hal ini, Ketua Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Iran, Kamal Kharrazi mengatakan, "Dengan penarikan ilegal AS dari JCPOA, para anggota lain perjanjian ini harus membantu sehingga Iran dapat melewati sanksi yang dipaksakan oleh AS. Jika tidak, berarti anggota lain tidak melaksanakan butir-butir kesepakatan, dan tidak ada untungnya bagi Iran untuk mempertahankan JCPOA."

Sikap tegas ini menunjukkan bahwa pihak-pihak lain terutama Eropa, sudah harus meninggalkan slogan-slogan politik dan penekanan berulang untuk melestarikan JCPOA. Mereka harus mengambil langkah praktis yang diminta oleh Iran dan memenuhi kewajibannya sesuai perjanjian nuklir bersamaan dengan penerapan kembali sanksi sepihak Washington.

JCPOA tanpa Amerika, tidak memiliki peluang untuk bertahan jika hanya mengumumkan komitmen politik, dan syarat untuk kelangsungannya adalah mengambil tindakan praktis dengan jaminan implementasi yang kuat dan dapat ditegakkan secara hukum.

Duta Besar Inggris untuk Iran, Robert Macaire dalam sebuah seminar di Tehran mengatakan, "Dukungan kita untuk JCPOA tidak boleh terbatas pada slogan politik, tetapi harus disertai tindakan praktis untuk melanjutkan jalan ini."

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian menuturkan, Eropa harus menciptakan sebuah kondisi sehingga Iran dapat dengan mudah menjual minyak mentahnya.

Iran harus memperoleh jaminan keamanan ekonomi dan keuntungan dari perjanjian nuklir, dan ini syarat utama untuk melestarikan JCPOA. Eropa perlu memenuhi syarat tersebut sebagai jaminan untuk melanjutkan kerjasama dengan Tehran di bawah JCPOA. Realisasi jalur dua arah ini juga akan menguntungkan negara-negara Eropa. (RM)