Protes Rusia atas Upaya AS Hapus Konvensi Pelarangan Senjata Kimia
https://parstoday.ir/id/news/world-i60902-protes_rusia_atas_upaya_as_hapus_konvensi_pelarangan_senjata_kimia
Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan langkah tidak bertanggung jawabnya merusak konvensi internasional yang mengontrol senjata kimia.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 14, 2018 11:16 Asia/Jakarta
  • OPCW
    OPCW

Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan langkah tidak bertanggung jawabnya merusak konvensi internasional yang mengontrol senjata kimia.

Menurut Moskow, sanksi Amerika terhadap Rusia yang diterapkan atas dalih penggunaan senjata kimia adalah ancaman bagi konvensi pelarangan senjata kimia, CWC, Chemical Weapons Convention dan merusak kredibilitas Organisasi Pelarangan Senjata Kimia, OPCW.

Baru-baru ini, atas tuduhan keterlibatan Rusia dalam pembunuhan mantan agen mata-mata Rusia di Inggris, Sergei Skripal yang diduga dilakukan menggunakan racun kimia, Amerika menjatuhkan sanksi baru terhadap Moskow.

Skripal dan putrinya yang tinggal di kota Salisbury, Inggris, Maret 2018 ditemukan tewas diracun. Pemerintah Inggris langsung menuduh Rusia berada di balik pembunuhan itu, namun dibantah Moskow.

Kemenlu Rusia mengumumkan, Moskow menganggap tuduhan tidak berdasar Amerika seputar keterlibatan Rusia dalam kasus Salisbury, adalah upaya Washington untuk menunjukkan Moskow sebagai sebuah negara yang tidak mematuhi konvensi internasional yang sudah ditandatanganinya sendiri.

Supaya sanksi ini bisa dicabut, Amerika menetapkan syarat yang tidak biasa, Rusia harus mengizinkan tim inspeksi internasional memeriksa situs-situs kimia dan biologinya. Sebuah langkah yang bukan saja terindikasi sebagai campur tangan Amerika atas urusan dalam negeri Rusia, bahkan merupakan pelanggaran kedaulatan nasional negara ini.

Sergei Skripal

Realitasnya, Washington masih menganggap dirinya sebagai polisi dunia dan merasa dirinya berhak melakukan apapun yang dinilainya perlu termasuk menghapus konvensi internasional pelarangan senjata kimia secara sepihak dan tanpa mempedulikan tugas besar yang ditanggung organisasi tersebut.

Rusia yang sejak lama dituduh Barat terlibat dalam kasus pembunuhan Sergei Skripal, sekarang menjadi target Amerika dan dipaksa untuk mengizinkan inspektur internasional masuk ke negaranya guna memeriksa situs kimia, jika tidak maka sanksi tidak akan dicabut.

Deputi Menteri Luar Negeri Amerika, John Sullivan mengatakan, meningkatnya penggunaan senjata kimia telah menciptakan krisis global dan kita harus memberikan instrumen yang diperlukan oleh organisasi pelarangan senjata kimia sehingga tercipta alat pencegah untuk menghindarkan serangan kimia dan melawannya.

Namun demikian, seperti biasanya, Amerika menggunakan standar ganda dalam masalah ini. Washington sedemikian besar memberikan perhatian pada kasus pembunuhan Skripal, namun berulang kali menolak permintaan Rusia untuk menyelidiki penggunaan senjata kimia oleh kelompok teroris di Suriah.

Padahal sudah ditemukan bukti-bukti kuat tak terbantahkan yang menunjukkan pengiriman bahan kimia yang diperlukan untuk membuat senjata, oleh Barat kepada kelompok-kelompok teroris di Suriah.

Di sisi lain Amerika dan sekutu-sekutunya di Eropa memiliki rekam jejak mengerikan soal penggunaan senjata kimia atau penjualan bahan kimia untuk membuat senjata.

Sekarang, dalam kerangka sikap sepihaknya, Amerika menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Rusia terkait kontrol senjata kimia. Masalah ini jelas membuktikan bahwa Barat selama ini hanya memperalat konvensi pelarangan senjata kimia untuk kepentingannya saja, jika menguntungkan, maka Amerika dan Barat akan mendukungnya, namun jika tidak, mereka bahkan bisa membubarkannya. (HS)