PM Perancis: Islam Menentang Ekstremisme
Perdana Menteri Perancis menegaskan bahwa ekstremisme bertentangan dengan agama Islam, dan nilai-nilai Islam. Ia juga menekankan pentingnya dukungan terhadap Muslimin.
Sebagaimana dilaporkan BFMTV (13/4), Manuel Valls, PM Perancis, Rabu (13/4) dalam wawancara dengan surat kabar Le Figaro menuturkan, agama Islam sejalan dengan nilai-nilai yang dianut di Perancis, dan pemerintah harus bekerja keras untuk membuktikannya dan mendukung Muslimin.
Ia menambahkan, ekstremisme dan Salafisme terus mengalami peningkatan di tengah masyarakat Perancis, akan tetapi keyakinan Islam sepenuhnya bertentangan dengan pandangan-pandangan ekstrem.
Valls melanjutkan, Islam termasuk agama besar di dunia dan agama terbesar kedua di Perancis. Agama Islam juga sejalan dengan demokrasi, nilai-nilai republik dan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki.
Menurutnya, pemerintah Perancis harus melindungi para penganut agama seperti Islam, terutama budaya Islam dalam menghadapi serangan-serangan anti-Islam yang dilakukan terhadap warga negara itu.
Perancis yang dihuni sekitar lima juta Muslim, merupakan negara Eropa dengan penduduk Muslim terbanyak.
Terjadinya serangan-serangan teror pada bulan Januari dan November 2015 di Perancis berujung dengan meningkatnya aksi-aksi anti-Islam, pada saat yang sama warga Muslim Perancis berulangkali mengecam teror-teror semacam itu. (HS)