Menlu Jerman: Eropa tengah Mengkaji Sistem Pembayaran Independen
https://parstoday.ir/id/news/world-i61331-menlu_jerman_eropa_tengah_mengkaji_sistem_pembayaran_independen
Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas Selasa (28/8) kembali menekankan dukungan Berlin kepada perusahaan Jerman yang aktif di Iran dan mengatakan, Uni Eropa tengah mengkaji sistem pembayaran independen dari Amerika Serikat.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 29, 2018 01:31 Asia/Jakarta
  • Menlu Jerman Heiko Maas
    Menlu Jerman Heiko Maas

Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas Selasa (28/8) kembali menekankan dukungan Berlin kepada perusahaan Jerman yang aktif di Iran dan mengatakan, Uni Eropa tengah mengkaji sistem pembayaran independen dari Amerika Serikat.

Seperti dilaporkan IRNA, Heiko Maas menjelaskan, Uni Eropa menentang pemulihan sanksi Washington terhadap Tehran.

 

Menlu Jerman sebelumnya pada 21 Agustus mengusulkan Eropa membentuk sistem transaksi finansial antar bank yang tidak bergantung pada Amerika demi mendukung JCPOA.

 

Sementara itu, Menteri Keuangan Perancis Bruno Le Maire hari Senin menyatakan, trioka Eropa tengah mengkaji sistem transaksi finansial mandiri untuk perdagangan independen di sejumlah kasus seperti transaksi keuangan dengan Republik Islam Iran.

Iran-Uni Eropa

 

Amerika setelah keluar dari JCPOA pada 8 Mei lalu menerapkan berbagai metode untuk menekan Iran.

 

Dalam hal ini, Presiden AS Donald Trump pada 6 Agustus dalam sebuah instruksinya memulihkan sejumlah sanksi ilegal negara ini terhadap Iran.

 

Trump dalam statemennya kembali menyebut JCPOA sebuah kesepakatan mengerikan dan menyatakan negara-negara yang tidak memutus hubungan ekonominya dengan Iran akan mendapat sanksi dari Amerika.

 

Trump di statemennya berusaha memprovokasi perusahaan Eropa untuk keluar dari Iran. Sementara itu, Uni Eropa pada 6 Agustus di statemennya seraya mengungkapkan penyesalannya atas pemulihan sanksi Washington terhadap Tehran, mengkonfirmasikan penerapan Undang-Undang Pemblokiran (Blocking Statute) untuk melawan sanksi Amerika dan menekankan berusaha menjaga jaringan finansial yang efektif dengan Iran serta melanjutkan penjualan minyak dan gas Iran. (MF)