Kebohongan baru Pompeo; Program Satelit Iran Langgar Resolusi 2231
-
Pompeo saat di UEA
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo Sabtu (12/1) di Uni Emirat Arab kembali mengulang dakwaan palsunya terhadap Republik Islam Iran.
Menurut laporan FNA, Pompeo saat diwawancarai laman The Washington Free Beacon seraya mengulang klaim palsu bahwa langkah Iran meluncurkan satelit ke orbit melanggar resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB dan mengatakan, program Iran meluncurkan satelit ke orbit sejatinya untuk menutupi berlanjutnya uji coba rudal canggih yang mampu membawa hulu ledak nuklir.
Pompeo menambahkan bahwa dunia harus bersatu menentang langkah Iran tersebut.
Amerika bersama sejumlah sekutunya yang senantiasa memonopoli teknologi maju mengklaim bahwa langkah Iran meluncurkan satelit ke orbit melanggar resolusi 2231 PBB.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohammad Javad Zarif saat merespon klaim ini kepada sejawatnya dari AS menjelaskan, Washington menuding Tehran melanggar resolusi yang jelas-jelas dilanggar oleh Amerika sendiri.
Zarif menjelaskan bahwa tidak ada harapan lain dari Pompeo kecuali ia tidak memahami JCPOA. "Mereka yang mengenal JCPOA menyadari bahwa peluncuran satelit oleh Iran dan uji coba rudal tidak melanggar resolusi 2231," papar Zarif.
Menlu Iran sebelumnya seraya menjelaskan bahwa resolusi 2231 PBB hanya meminta Iran untuk tidak memproduksi rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklir mengatakan, Iran tidak memiliki program nuklir militer.
Dalam hal ini Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sampai saat ini dalam 13 laporannya membenarkan komitmen Iran terhadap JCPOA dan status sipil program nuklir Iran.
Presiden AS Donald Trump 8 Mei 2018 secara sepihak melanggar komitmen Washington dan keluar dari JCPOA serta memulihkan kembali sanksi ilegalnya terhadap Tehran.
Langkah Trump tersebut menuai kecaman luas baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional. (MF)