Rusia Peringatkan Intervensi Militer AS di Venezuela
-
Menlu Rusia Sergei Lavrov.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, memperingatkan bahwa intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela akan membuat kepentingan Washington-Moskow berbenturan di negara itu.
Lavrov dalam wawancara dengan saluran TV Zvezda, Ahad (21/4/2019) menuturkan AS sedang menghitung risiko kemungkinan intervensi militer di Venezuela, tetapi mereka jangan berharap akan memperoleh dukungan dari negara-negara Amerika Latin.
Lavrov yakin bahwa jika AS melakukan intervensi militer di Venezuela, mayoritas negara kawasan akan berhenti mendukung program Washington untuk menggulingkan pemerintahan Maduro.
Di bagian lain, menlu Rusia menyebut langkah beberapa negara Barat mengirim bantuan kemanusiaan ke Venezuela sebagai pencitraan yang kurang bernilai.
"Negara-negara Barat telah memberlakukan sanksi ekonomi yang berat terhadap Venezuela, jadi tindakan semacam ini merupakan penipuan publik," tegasnya.
AS dan Barat, lanjut Lavrov, mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido yang secara inkonstitusional menyatakan dirinya sebagai presiden Venezuela, tetapi menolak urgensitas dialog nasional dengan presiden sah negara itu, Nicolas Maduro.
AS dan sejumlah negara Barat mendukung Guaido, yang telah mengumumkan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela pada 23 Januari 2019.
Sebaliknya, Rusia, Cina, Iran, Turki, Suriah, Belarusia, Bolivia, Kuba, Nikaragua dan El Salvador menyuarakan dukungannya kepada Maduro. (RM)