Jorge Arreazza: Kudeta di Venezuela Benar-benar Gagal
-
Sergei Lavrov dan Jorge Arreaza
Jorge Arreaza, Menteri Luar Negeri Venezuela pada hari Ahad (05/05) dalam pertemuan dengan Sergei Lavrov, timpalannya dari Moskow menjelaskan bahwa upaya kudeta di Venezuela menemui kegagalan.
Menurut laporan Mehrnews, Arreaza juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Rusia atas pemerintah dan bangsa Venezuela.
Lavrov dalam pertemuan itu menekankan bahwa Amerika Serikat harus menahan diri dari tindakan provokatif terhadap Venezuela dan bertindak dalam kerangka hukum internasional.
Juan Guaido, pemimpin oposisi Venezuela hari Selasa lalu (30/04) dalam sebuah pesan video meminta para pendukungnya dan juga angkatan bersenjata Venezuela untuk melancarkan pemberontakan bersenjata melawan Nicolas Maduro, tetapi tidak disambut oleh pasukan Venezuela, sehingga kudeta kecil Guaido dan sekutunya gagal.
Pasca kegagalan kudeta, Vladimir Padrino Lopez, Menteri Pertahanan Venezuela menekankan agar angkatan bersenjata mempertahankan konsitusi dan pemerintah Venezuela dengan tegas.
Selama beberapa bulan terakhir, Amerika Serikat dan sekutunya dengan perang media massif terhadap Caracas, ibukota Venezuela berusaha menerapkan sanksi berat dan menekan militer Venezuela agar menghentikan dukungan tehradap pemerintahan Maduro, tetapi, menurut media-media AS, semua rencana Washington telah gagal membawa pemerintah boneka di Venezuela.
Ketegangan di Venezuela meningkat ketika pemimpin oposisi, Juan Guaido menyebut dirinya sebagai presiden pada 23 Januari lalu. Ia mendapat dukungan dari AS serta sebagian besar negara Eropa dan Amerika Latin.
Namun, banyak negara seperti Rusia, Cina, Iran, Turki, Bolivia, dan Meksiko tetap mendukung Presiden Nicolas Maduro, dan mengecam langkah kudeta yang dilakukan Guido.