Penekanan Jerman akan Kebutuhan Eropa Pada JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/world-i70046-penekanan_jerman_akan_kebutuhan_eropa_pada_jcpoa
Kesepakatan nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dilakukan Juli 2015 di Wina, antara Iran dan kelompok 5 +1 dan implementasinya dimulai pada Januari 2016.
(last modified 2026-04-28T13:34:36+00:00 )
May 12, 2019 11:12 Asia/Jakarta
  • Heiko Maas, Menteri Luar Negeri Jerman
    Heiko Maas, Menteri Luar Negeri Jerman

Kesepakatan nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dilakukan Juli 2015 di Wina, antara Iran dan kelompok 5 +1 dan implementasinya dimulai pada Januari 2016.

Menyusul penarikan diri Amerika dari perjanjian ini pada 8 Mei 2018, Republik Islam Iran mengharapkan anggota kelompok 4 + 1, khususnya Troika Eropa dan Uni Eropa, untuk mengimplementasikan komitmen mereka demi mengurangi dampak sanksi nuklir yang diterapkan kembali oleh AS, tetapi dalam praktiknya, pada tahun lalu, tidak ada yang dilakukan oleh Eropa, kecuali untuk beberapa langkah simbolis dan banyak janji.

Iran, Uni Eropa dan JCPOA

Sebagai jawaban atas langkah-langkah anti-JCPOA yang dilakukan Amerika Serikat dan sikap pasif Eropa, Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran mengeluarkan pernyataan pada 8 Mei 2019 yang menyatakan bahwa Tehran akan berhenti melaksanakan beberapa ketentuan-ketentuan JCPOA. Meskipun negara-negara Eropa telah menunjukkan reaksi negatif terhadap tenggat waktu Iran, tetapi sekarang Jerman, sebagai negara paling penting di Uni Eropa, telah berbicara dan menekankan perlunya JCPOA.

Heiko Maas, Menteri Luar Negeri Jerman dalam wawancaranya dengan surat kabar Bild hari Sabtu (11/05) mengatakan, "Uni Eropa perlu melanjutkan perjanjian nuklir dengan Republik Islam Iran."

Menyusul keputusan Iran terkait JCPOA mereaksi perilaku Amerika Serikat setahun lalu setelah keluar dari kesepakatan ini, Jerman menyatakan bahwa Berlin meminta Tehran untuk tidak mengambil tindakan ofensif.

Jean-Yves Le Drian, Menteri Luar Negeri Prancis juga menyebut pengurangan komitmen dalam kerangka JCPOA oleh Iran sebagai "reaksi buruk" dan mendesak Tehran untuk menghormati komitmennya terkait JCPOA dan menunjukkan kematangan politik.

Uni Eropa dan Troika Eropa (Jerman, Perancis, dan Inggris) menilai JCPOA sebagai contoh perjanjian multilateral yang telah sangat membantu menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Tidak seperti Amerika Serikat, yang mengklaim bahwa Iran telah gagal mematuhi ketentuan JCPOA dan tidak menganggapnya sebagai perjanjian yang efektif dan berpengaruh untuk mengendalikan kegiatan nuklir Iran, negara-negara Eropa percaya bahwa Iran bukan hanya memenuhi semua komitmennya dalam kerangka kesepakatan nuklir JCPOA, tetapi juga telah berhasil mencapai tujuannya untuk mencegah munculnya ketegangan dan konflik di tingkat regional dan internasional.

Pada saat yang sama, menurut Eropa, ini adalah pencapaian besar diplomasi Eropa dan kegagalan JCPOA pada kenyataannya akan menjadi kegagalan besar bagi posisi politik dan diplomatik Uni Eropa di tingkat internasional. Namun, dalam praktiknya Eropa menunjukkan bahwa mereka tidak mau membayar banyak untuk mempertahankan kesepakatan sangat penting ini.

Masalah ini telah menyebabkan ketidakpuasan parah Iran terhadap kinerja Uni Eropa dan Troika Eropa. Dalam hal ini, Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri (ECFR) mengingatkan transisi kebijakan JCPOA Iran tentang "kesabaran strategis" menjadi "tindakan strategis" dan menyerukan perhatian serius dari para pejabat UE terhadap tenggat waktu yang ditetapkan Iran dalam kerangka JCPOA.

Menurut situs ECFR, tindakan JCPOA baru Iran adalah upaya untuk mempertahankannya dan bukan untuk mengakhiri kesepakatan internasional yang hebat ini, tetapi Iran telah menyimpulkan bahwa kelanjutan dari situasi saat ini tidak dapat diterima. Iran sedang menekan Eropa dan Cina dan berharap bahwa mereka akan membuat beberapa langkah ekonomi yang signifikan demi mempertahankan hubungan dengan Iran.

INSTEX

Terlepas dari kenyataan bahwa Iran berharap bahwa beberapa tindakan Eropa, terutama penciptaan mekanisme keuangan khusus yang disebut "INSTEX" beberapa bulan yang lalu, tapi sekarang masih akan ditunda oleh pihak Eropa. Mungkin inilah sebabnya Tehran meragukan kemampuan atau pada dasarnya keinginan pihak Eropa untuk mempertahankan JCPOA dan sekarang Iran melihat solusinya adalah langkah yang menunjukkan ketegasan Iran terkait penentuan kewajiban JCPOA.

Sekarang, dengan tenggat waktu Iran, bola ada di tanah Eropa dan jika benar-benar ingin mempertahankan perjanjian internasional ini, mereka harus mengambil tindakan serius dan efektif sesegera mungkin sebelum batas waktu 60 hari  Iran berakhir.