Perancis Desak Dimulainya Perundingan Yaman
-
Perang di Yaman
Pemerintah Perancis menyatakan dimulainya dialog di Yaman sebagai solusi tunggal untuk meraih kesepakatan politik komprehensif di negara ini.
IRIB melaporkan, Deplu Perancis Rabu (29/05) selain mengemukakan pentingnya diakhirinya perang di Yaman juga mengklaim bahwa represinya kepada Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dalam kasus ini akan terus berlanjut.
Lembaga diplomasi Perancis ini menambahkan, Paris secara aktif mendukung mediasi Utusan sekjen PBB untuk Yaman, Martin Griffiths dan menyeru seluruh pihak-pihak yang bertikai secara konstruktif menjalankan komitmen yang disepakati di perundingan Desember 2018 Stockholm.
Bersamaan dengan klaim pemerintah Perancis ini, berita sebuah kapal Arab Saudi yang merapat di pelabuhan Marseille untuk mengangkut senjata kembali memicu protes aktivis Hak Asasi Manusia (HAM).
Organisasi ACAT, seperti dilansir Aljazeera, juga telah mengajukan gugatan hukum untuk menghentikan penjualan senjata buatan Prancis ke Arab Saudi. Mereka beralasan senjata itu bisa digunakan militer Saudi untuk menyerang warga sipil pada konflik di Yaman.
Bulan lalu terbongkar sebuah nota rahasia militer Perancis terkait penggunaan senjata negara ini di perang koalisi Saudi-Uni Emirat Arab di Yaman. (MF)