Menelisik Kritik Cina atas Intervensi AS dalam Urusan Hong Kong
https://parstoday.ir/id/news/world-i71075-menelisik_kritik_cina_atas_intervensi_as_dalam_urusan_hong_kong
Juru bicara kementerian luar negeri Cina mengkritik intervensi para anggota Kongres Amerika Serikat dalam urusan Hong Kong.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Jun 15, 2019 14:34 Asia/Jakarta
  • Geng Shuang, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina
    Geng Shuang, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina

Juru bicara kementerian luar negeri Cina mengkritik intervensi para anggota Kongres Amerika Serikat dalam urusan Hong Kong.

Geng Shuang, Jubir Kemenlu Cina pada konferensi pers menyinggung sejumlah anggota Kongres AS melakukan "campur tangan dengan cara yang tidak bertanggung jawab dan keras" dalam urusan internal Cina seraya mengatakan, "Pemerintah dan politisi negara ini harus menghentikan ilusi untuk mencoba mengganggu Hong Kong."

Geng Shuang, Jubir Kemenlu Cina

Pejabat Cina ini menekankan bahwa segala bentuk upaya untuk menciptakan instabilitas di Hong Kong pasti mendapat penentangan rakyat Cina dan akan menemui kegagalan.

Sejumlah anggota Kongres AS hari Kamis lalu (13/06) menyerahkan rancangan undang-undang yang isinya mengritik pemerintah Cina terkait apa yang mereka sebut "serangan terhadap otonomi Hong Kong".

Intervensi dalam urusan domestik Hong Kong dan Taiwan, termasuk instrumen AS untuk memprovokasi Cina dan mengganggu fokus negara ini untuk memperkuat kemampuan strategisnya, terutama realisasi tujuan untuk mendapatkan tempat pertama dalam ekonomi global.

Dalam beberapa tahun terakhir, AS menuduh Cina merusak demokrasi di Hong Kong dan Taiwan dan menindak kelompok-kelompok sipil yang berusaha berpisah dari Cina sebagai tanah air ibu sebagai salah satu alat untuk memberikan tekanan pada Beijing.

Hong Kong adalah salah satu pasar keuangan dan perdagangan terpenting di Asia, yang telah dikontrol oleh Amerika Serikat sejak tahun 1997 sesuai dengan perjanjian 1984 dengan janji jaminan pemerintah Cina untuk mempertahankan otonomi Hong Kong di bawah kebijakan yang dikenal sebagai "negara dan dua sistem".

Sementara negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat dan Inggris, menuduh pemerintah Cina merusak demokrasi dan kebebasan sipil di Hong Kong, otoritas Beijing telah memberikan otonomi khusus, keberadaan parlemen dan pembentukan sistem kapitalis di wilayah tersebut yang memberi contoh adanya demokrasi di Hong Kong sekaligus menolak klaim Barat akan adanya pelanggaran kebebasan dan hak-hak sipil warga di daerah ini.

Ging Shuang, analis politik di Cina mengatakan, "Semua lembaga di Hong Kong mengelola sendiri urusan mereka dan orang-orang serta organisasi di daerah ini memiliki otonomi penuh untuk pengambilan keputusan, sehingga masalah Hong Kong dianggap bukan urusan dalam negeri Cina, dan tidak ada negara yang memiliki hak untuk ikut campur."

Pemerintah Beijing, tentu saja, menggarisbawahi perlunya Hong Kong untuk mematuhi hukum Cina.

Aksi demo di Hong Kong

Reaksi baru oleh pemerintah Cina terhadap intervensi Kongres AS dalam urusan domestik Hong Kong adalah tanggapan atas dukungan Barat untuk protes anti-Cina di Hong Kong, yang berlangsung beberapa hari. Demonstrasi dimulai setelah pihak berwenang Hong Kong mengajukan RUU tentang ekstradisi penjahat ke Tiongkok kepada Parlemen Hong Kong.