Menelisik Sikap Menuntut Troika Eropa tentang JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/world-i71360-menelisik_sikap_menuntut_troika_eropa_tentang_jcpoa
Ketika tenggat waktu Iran untuk kesepakatan nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) mendekati akhir, Troika Eropa (Jerman, Perancis dan Inggris) telah menambah langkah diplomatik dan propagandanya untuk membujuk Iran agar terus menghormati komitmennya dan untuk mempertahankan JCPOA.
(last modified 2026-05-04T18:06:10+00:00 )
Jun 26, 2019 03:28 Asia/Jakarta
  • Bendera Troika Eropa; Inggris, Jerman dan Perancis
    Bendera Troika Eropa; Inggris, Jerman dan Perancis

Ketika tenggat waktu Iran untuk kesepakatan nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) mendekati akhir, Troika Eropa (Jerman, Perancis dan Inggris) telah menambah langkah diplomatik dan propagandanya untuk membujuk Iran agar terus menghormati komitmennya dan untuk mempertahankan JCPOA.

Dalam hal ini, Troika Eropa, dalam sebuah pernyataan, menyampaikan keprihatinan atas ketegangan di kawasan dan menyerukan implementasi JCPOA.

Menurut pernyataan itu, dengan mempertimbangkan pertemuan Dewan Keamanan PBB yang akan segera diadakan terkait resolusi 2231, Perancis, Jerman dan Inggris menekankan pada komitmen penuh untuk implementasi resolusi ini dan mempertahankan JCPOA, dan percaya bahwa implementasi penuh dari perjanjian ini akan mengurangi ketegangan di kawasan serta ini juga berkontribusi terhadap larangan proliferasi nuklir global.

JCPOA

Troika Eropa telah mengklaim bahwa mereka ingin resolusi 2231 sepenuhnya dilaksanakan dan telah mendesak semua pihak untuk mengambil keputusan yang sama dan menahan diri dari setiap tindakan yang melemahkan kesepakatan nuklir JCPOA sebagai pilar utama sistem larangan proliferasi dan keamanan bersama.

Klaim Troika Eropa tentang upaya mereka untuk mempertahankan JCPOA bertentangan dengan realitas luar. Menyusul penarikan diri Amerika Serikat dari JCPOA tanggal 8 Mei 2018, anggota Eropa dalam JCPOA, yaitu Uni Eropa dan Troika Eropa mengumumkan bahwa mereka akan terus berdagang dengan Iran untuk menghadapi dampak negatif dari sanksi sepihak Amerika Serikat terhadap Iran dan akan meluncurkan mekanisme keuangan khusus Eropa dan Iran yang disebut INSTEX untuk tujuan ini.

Terlepas dari komitmen Iran untuk memenuhi kewajibannya, tapi Eropa belum mengambil langkah konkret untuk mengimplementasikan janjinya pada Iran untuk mengambil keuntungan dari kelebihan JCPOA dan menghadapi kembali berlakunya sanksi nuklir AS.

Iran menanggapi ketidakpedulian Troika Eropa dalam melaksanakan janji-janji mereka pada hari Rabu, 8 Mei 2019, dalam sebuah pernyataan yang isinya menurunkan tingkat komitmen Iran dalam kerangka JCPOA, sesuai dengan Pasal 26 dan 36 dari perjanjian ini. Dalam pernyataan ini, Tehran telah memberi negara-negara yang tersisa di JCPOA tenggat waktu 60 hari untuk memenuhi kewajibannya, terutama di bidang perbankan dan minyak.

Karena kenyataan bahwa sekitar 50 hari telah berlalu sejak ultimatum Iran dan belum ada tindakan nyata oleh Eropa untuk melaksanakan janjinya, termasuk meresmikan INSTEX. Memang, Troika Eropa ingin agar Iran terus melanjutkan JCPOA tanpa mendapat manfaat darinya. Tentu saja, pendekatan semacam itu bukan hanya tidak sesuai dengan akal dan logika, tetapi juga merupakan tuntutan yang sepenuhnya melanggar hukum dan bertentangan dengan ketentuan perjanjian nuklir JCPOA.

Troika Eropa kini telah mengambil posisi menuntut dalam masalah ini dan terus memperingatkan Iran dan bahkan mengancamnya dengan konsekuensi penarikan diri dari JCPOA. Menurut laporan Reuters, Jerman, Perancis dan Inggris dalam nota diplomatik kepada Iran memperingatkan implikasi ketidakpatuhan Iran akan komitmen nuklirnya. Nota diplomatik tersebut diserahkan ke Iran pada hari Sabtu, 22 Juni.

Di sisi lain, juru bicara pemerintah Inggris pada hari Senin, 24 Juni mengatakan bahwa London bekerja sama dengan Iran untuk mengurangi ketegangan dan mengklaim bahwa jika Tehran tidak bekerja sama terkait kesepakatan JCPOA, maka akan mempertimbangkan opsi lain. Seorang juru bicara pemerintah Inggris mengatakan, "Kami akan bekerja sama dengan sekutu kami untuk mempertahankan JCPOA, tetapi jika Tehran tidak bekerja sama, kami juga akan mempertimbangkan pilihan lain."

Dengan demikian, tampaknya tempat penggugat dan tertuduh dari perspektif Troika Eropa telah berubah. Alih-alih menyalahkan dirinya karena gagal memenuhi komitmen mereka, Troika Eropa meletakkan dirinya di posisi penggugat dan menuduh Iran serta mengancamnya dengan konsekuensi dari tidak melaksanakan JCPOA.

Andrew Morrison dan Abbas Araghchi

Abbas Araghchi, Deputi Urusan Politik Menteri Luar Negeri Iran saat bertemu dengan Andrew Morrison, Deputi Menteri Luar Negeri Inggris urusan Timur Tengah kembali mengingatkan keterlambatan dan kesalahan negara-negara Eropa dalam melaksanakan komitmennya dalam kesepakatan JCPOA. Araghchi mengatakan, "Sayangnya tidak ada keseimbangan antara kewajiban dan hak kami di JCPOA. Oleh karenanya, tidak ada alasan untuk meneruskan komitmen Iran di JCPOA."

Jelas, konsekuensi dari pengurangan kewajiban nuklir Iran dalam kerangka JCPOA dan kemungkinan konsekuensi menjadi tanggung jawab negara-negara Eropa anggota kelompok 4 + 1 yang masih ingin Tehran mematuhi perjanjian ini tanpa mendapatkan manfaat darinya.