AS kembali Keluarkan Ancaman terhadap Iran
-
John Bolton.
Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton kembali mengklaim bahwa Iran tidak berhak untuk memiliki program pengayaan uranium di dalam negeri.
Dalam wawancara dengan media Breitbart News, pekan ini, Bolton mengancam akan mencabut seluruh keringanan nuklir yang dinikmati Iran saat ini.
Dia kemudian memaparkan tentang perbedaan antara bagaimana pemerintahan Trump memandang program nuklir Iran dan bagaimana pemerintahan Obama melihatnya.
"Landasan pemikiran pemerintahan Obama tentang JCPOA dan keringanan di bidang nuklir adalah bahwa Iran berhak memiliki program nuklir damai," jelasnya.
"Kami tidak percaya Iran berhak atas kapasitas pengayaan domestik apapun," ujar Bolton.
Di bagian lain, Bolton menyoroti sikap Eropa dalam kesepakatan nuklir dengan Iran dan mengatakan, posisi Eropa saat ini tidak dapat dipertahankan setelah Tehran mengurangi komitmennya dalam JCPOA.
Pemerintah Iran menghentikan dua komitmennya (penjualan uranium dan air berat) pada 8 Mei 2019, setelah AS meningkatkan tekanannya dan juga keengganan Eropa untuk memenuhi komitmennya berdasarkan kesepakatan nuklir.
Pada saat yang sama, Iran memberikan waktu 60 hari kepada Eropa untuk memenuhi komitmennya dan batas waktu ini akan berakhir pada 7 Juli mendatang. (RM)