Insiden Penembakan di Texas Renggut 20 Nyawa
https://parstoday.ir/id/news/world-i72533-insiden_penembakan_di_texas_renggut_20_nyawa
Gubernur negara bagian Texas Amerika Serikat, Greg Abbott Sabtu sore (03/08) waktu setempat mengumumkan, di insiden penembakan yang terjadi di pusat perbelanjaan Walmart, di kota El Paso 20 orang tewas dan 24 lainnya terluka.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Aug 04, 2019 13:52 Asia/Jakarta
  • Insiden Penembakan di El Paso, Amerika
    Insiden Penembakan di El Paso, Amerika

Gubernur negara bagian Texas Amerika Serikat, Greg Abbott Sabtu sore (03/08) waktu setempat mengumumkan, di insiden penembakan yang terjadi di pusat perbelanjaan Walmart, di kota El Paso 20 orang tewas dan 24 lainnya terluka.

Pelaku juga melukai lebih dari dua lusin pengunjung sebelum ditangkap, kata pihak berwenang. Penembakan massal terbaru di AS itu membuat para pembeli yang panik melarikan diri dari lokasi kejadian.

Banyak dari mereka yang berada di toko yang sibuk itu untuk membeli kembali persediaan anak sekolah saat mereka terperangkap dalam peristiwa tersebut, yang terjadi hanya enam hari setelah seorang remaja bersenjata menewaskan tiga orang di sebuah festival makanan di California Utara.

Insiden penembakan di Texas Amerika

"Pada hari yang seharusnya merupakan hari normal bagi seseorang untuk berbelanja dengan santai, suasana berubah menjadi salah satu hari paling mematikan dalam sejarah Texas," kata Gubernur Texas Greg Abbott pada konferensi pers saat mengumumkan jumlah korban tewas.

Tersangka utama aksi penembakan ini seorang pemuda berusia 21 tahun, Patrick Crusius dan saat ini berada di tahanan polisi.

Crusius setelah ditangkap mengklaim aksi penembakan ini dilakukan karena serbuan imigran dari Meksiko ke Texas.

Ia juga mengatakan, ia mendukung aksi serangan teror di Selandia Baru. Insiden ini terjadi hari Sabtu pagi waktu setempat.

Presiden AS pasca insiden ini di akun twitternya hanya menyesalkan korban besar di insiden ini dan mengungkapkan bahwa ini adalah peristiwa mengerikan dan berita buruk.

Seiring dengan berkuasanya Trump di Gedung Putih, aktivitas kubu sayap kanan ekstrim dan rasis di negara ini semakin meningkat tajam.

Setiap tahun ribuan orang di berbagai wilayah AS tewas akibat aksi penembakan atau terluka. Berdasarkan laporan resmi, sekitar 270-300 juta pucuk senjata beredar di Amerika, yakni setiap orang di negara ini memiliki senjata. (MF)