The Hill: Trump-Bin Salman, Raja Tanpa Busana di Hadapan Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i74326-the_hill_trump_bin_salman_raja_tanpa_busana_di_hadapan_iran
Situs surat kabar Amerika Serikat menyamakan Presiden Amerika dan Putra Mahkota Arab Saudi sebagai "Kaisar tanpa Busana" di hadapan langkah Iran. Menurutnya, tidak ada hal yang mendesak bagi Washington untuk memberikan perlindungan militer atas Riyadh dalam menghadapi Iran.
(last modified 2025-09-17T13:55:48+00:00 )
Okt 02, 2019 22:21 Asia/Jakarta
  • Bin Salman dan Trump
    Bin Salman dan Trump

Situs surat kabar Amerika Serikat menyamakan Presiden Amerika dan Putra Mahkota Arab Saudi sebagai "Kaisar tanpa Busana" di hadapan langkah Iran. Menurutnya, tidak ada hal yang mendesak bagi Washington untuk memberikan perlindungan militer atas Riyadh dalam menghadapi Iran.

Fars News (2/10/2019) melaporkan, situs The Hill mengulas dampak kemungkinan konfrontasi Iran-Saudi dan menulis, tidak adanya reaksi Washington terhadap aksi Tehran, soal serangan ke Aramco membuat Riyadh meragukan keputusannya untuk mengandalkan Amerika saat terlibat konfrontasi militer dengan Iran.

Menurut The Hill, di sidang Majelis Umum PBB ke-74 di New York, Presiden Amerika, Donald Trump tidak sedikitpun menyinggung soal serangan ke kilang minyak Saudi, dan hanya sedikit mengkritik sikap agresif Iran.

"Sekarang ini masalahnya adalah jika Iran kembali unjuk kekuatan militer, apa yang akan dilakukan Trump. Saat ini terbuka kemungkinan Iran akan mengalahkan Trump lagi secara langsung maupun tidak langsung, sebelum pemilu atau setelahnya," papar The Hill.

Menurut koran Amerika itu, Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman layaknya kaisar tanpa busana dalam melindungi fasilitas vital negaranya di hadapan Iran.

"Ini adalah masalah bersama Trump dan Bin Salman, tapi Amerika tidak pernah sekalipun berjanji memberikan bantuan pertahanan kepada Saudi. Selain itu tidak ada hal yang mendesak Amerika untuk mereaksi apa yang disebut Menteri Luar Negeri Amerika, Mike Pompeo sebagai 'tindakan perang' Iran," pungkasnya. (HS)