Trump Lanjutkan Kebijakan Anti Iran di sektor Minyak
-
Trump dan sanksi anti minyak Iran
Menyusul langkah permusuhan dan anti Iran Gedung Putih, Presiden AS, Donald Trump menuntut penerapan langkah lebih ketat sanksi anti minyak Iran.
IRIB melaporkan, Trump Sabtu (26/10) dalam sebuah pengumuman seraya mengisyaratkan kondisi yang ada di pasar minyak, menekankan pentingnya memperketat sanksi terhadap minyak Republik Islam Iran.
Donald Trump mengirim pemberitahuan sanksi terhadap minyak Iran ini kepada Menlu Mike Pompeo, Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Menteri Energi Rick Perry dengan bersandar pada undang-undang kewenangan pertahanan nasional.
Pemberitahuan Trump ini dirilis dengan tujuan menurunkan pertukaran minyak Iran dengan lembaga finansial asing.
Meski ada langkah anti Iran oleh Trump dan petinggi Gedung Putih, negara-negara Eropa, Cina, Rusia dan seluruh konsumen minyak Iran terus melanjutkan perdagangan mereka dengan Tehran.
Washington mengumumkan, tujuan dari kampanye represi maksimum terhadap Iran adalah mencapai kesepakatan baru dengan Tehran di mana seluruh masalah yang diinginkan Amerika akan dicantumkan.
Petinggi pemerintah Trump ketika menggulirkan isu perundingan dan kesepakatan baru dengan Iran, Washington tahun 2018 secara ilegal dan sepihak keluar dari JCPOA, sebuah kesepakatan yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diraih. Tak hanya itu, AS juga memulihkan sanksi ilegal nuklir terhadap Iran.
Pemerintah Iran menegaskan, Tehran tidaka kan berunding di atmosfer sanksi dan iklim beracun represi maksimum. (MF)