Dukungan AS terhadap Teroris Daesh di Afghanistan
https://parstoday.ir/id/news/world-i75465-dukungan_as_terhadap_teroris_daesh_di_afghanistan
Meningkatnya aktivitas kelompok teroris Daesh yang didukung oleh AS di Afghanistan menyulut kekhawatiran berbagai kalangan, termasuk Rusia.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Nov 10, 2019 05:14 Asia/Jakarta
  • kelompok teroris Daesh di Afghanistan
    kelompok teroris Daesh di Afghanistan

Meningkatnya aktivitas kelompok teroris Daesh yang didukung oleh AS di Afghanistan menyulut kekhawatiran berbagai kalangan, termasuk Rusia.

Alexander Bortnikov, Kepala Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengatakan kelompok teroris Daesh berusaha mendirikan sebuah pangkalan di Afghanistan demi meraih tujuannya menguasai kawasan Asia Tengah.

Pejabat senior keamanan Rusia ini memandang aktivitas Daesh di Afghanistan mengusung bendera Khilafah Khorasan yang melibatkan milisi teroris lain seperti Gerakan Islam Turkestan.

Tujuan mereka menciptakan platform ini untuk menargetkan negara-negara tetangga, dan melibatkan milisi teroris dari kawasan Asia Tengah dengan pengalaman tempur di organisasi teroris internasional sebagai kekuatan utamanya.

Moskow telah berulang kali menekankan bahwa kekalahan kelompok teroris internasional, termasuk Daesh di Suriah dan Irak akan mengerahkan kelompok-kelompok yang tersisa dengan cepat meninggalkan Asia Barat untuk menciptakan titik-titik krisis baru di Asia dan Afrika. 

Rusia menyuarakan keprihatinan atas dampak global meningkatnya aktivitas Daesh di Afghanistan yang dibantu pemindahannya oleh AS.

 

Pasukan AS di Afghanistan

Sergei Besda, Kepala Departemen Hubungan Internasional Dinas Keamanan Federal Rusia mengatakan pihaknya telah menerima informasi tentang keterlibatan dinas intelijen AS dalam transfer milisi Daesh ke Afghanistan utara. Tujuan mereka menciptakan instabilitas di perbatasan selatan negara-negara tetangga dan Asia Tengah.

AS selama ini memberikan bantuan logistik dan senjata kepada Daesh yang berbasis di Afghanistan demi kepentingan dan tujuan mereka sendiri. Mengingat risiko keamanan yang ditimbulkan oleh langkah tersebut, Moskow berupaya menghentikan proses destruktif tersebut sesegera mungkin. 

Memperkuat kehadiran Daesh di Afghanistan bagian dari pendekatan Washington untuk memanfaatkannya sebagai alat demi melawan musuh-musuh regional dan internasional Washington, termasuk Iran dan Rusia.

Target dari langkah ini tidak hanya sebatas Afghanistan saja, tapi menyasar negara-negara yang berdekatan di Asia Tengah, seperti Tajikistan dan Uzbekistan, dengan tujuan memberikan tekanan terhadap Rusia dan mitra regionalnya. 

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di pada akhir September 2019 mengatakan, Afghanistan membutuhkan bantuan asing untuk menghadapi ancaman terorisme, jika tidak, Afghanistan utara akan menjadi tulang punggung kelompok teroris Daesh.

Dari perspektif Rusia, isu-isu seperti penguatan Daesh di Afghanistan oleh Amerika Serikat menimbulkan pertanyaan serius tentang tujuan sebenarnya dari kehadiran pasukan AS di Afghanistan yang mengklaim untuk menumpas terorisme.

Ancaman serius peningkatan kehadiran kelompok teroris Daesh akan menargetkan Rusia dan mengancam negara-negara Asia Tengah.(PH)