Setahun, Terjadi 30 Kasus Pembajakan di Selat Singapura
-
kapal-kapal melintas di selat Singapura
Aksi perompak yang gagal kemarin menambah jumlah insiden pembajakan kapal laut di selat Singapura menjadi 30 kasus dalam setahun terakhir.
Sebanyak enam perompak gagal melakukan aksinya yang menyusup ke sebuah kapal tanker berlayar di Selat Singapura pada Rabu (25/12).
Mereka dilaporkan bersembunyi di ruang mesin kapal tanker yang tengah menuju pelabuhan Singapura, tapi kepala divisi mesin kapal melihat para perompak dan langsung memberi tahu kapten dan sistem peringatan kapalpun diaktifkan.
Kapten kapal melaporkan kejadian itu melalui Sistem Informasi Lalu Lintas Kapal Singapura. Sesampainya kapal tanker itu di Singapura, petugas kepolisian langsung menaiki kapal.
Sebelumnya, The Straits Times melaporkan terjadi serangan pada Senin (23/12/2019). Dua kapal pengangkut dan tanker yang tengah melintas Selat Singapura diserang perompak tengah malam.
Pada 20 Desember 2019 lalu, juga terjadi tiga serangan terpisah di Selat Singapura.
"Dari tiga kapal yang sempat ditumpangi perompak, dua kapal pengangkut dan satu tanker. Karena kedekatan insiden itu, diduga pelakunya dari kelompok perompak yang juga beraksi pada 20 Desember," kata Pusat Informasi ReCAAP.
Media Singapura melaporkan, kelima serangan dilancarkan oleh kelompok yang sama. ReCAAP mengimbau para penanggung jawab kapal untuk meningkatkan kesiagaan dan berlatih menghadapi situasi semacam ini.
Kejadian terbaru hari Rabu menjadikan total insiden pembajakan sepanjang 2019 di Selat Singapura menjadi 30 kasus.
Dari total insiden tersebut, 15 kejadian melibatkan kapal di jalur barat Selat Singapura, dan sisanya di jalur timur Selat Singapura.(PH)