Bloomberg: Tinggalkan Dubai, Singapura Jadi Surga Baru!
https://parstoday.ir/id/news/world-i189226-bloomberg_tinggalkan_dubai_singapura_jadi_surga_baru!
Pars Today - Bloomberg melaporkan bahwa akibat perang berkepanjangan di Teluk Persia dan meningkatnya kekhawatiran tentang keamanan aset di kawasan, Singapura menjadi tujuan arus masuk emas dari Dubai yang belum pernah terjadi sebelumnya. Orang-orang kaya kini mengganti Dubai dengan Singapura.
(last modified 2026-05-01T06:03:04+00:00 )
May 01, 2026 12:58 Asia/Jakarta
  • Singapura
    Singapura

Pars Today - Bloomberg melaporkan bahwa akibat perang berkepanjangan di Teluk Persia dan meningkatnya kekhawatiran tentang keamanan aset di kawasan, Singapura menjadi tujuan arus masuk emas dari Dubai yang belum pernah terjadi sebelumnya. Orang-orang kaya kini mengganti Dubai dengan Singapura.

Menurut laporan Pars Today mengutip IRNA, 1 Mei 2026, berdasarkan data resmi, Singapura mengimpor 1.446 kg emas dari Dubai pada bulan Maret, rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir. Investor kaya yang menyimpan emas mereka di Uni Emirat Arab khawatir tentang kemungkinan pembatasan wilayah udara dan ketiadaan asuransi menyeluruh jika perang meluas.

Singapura, dengan infrastruktur yang terpercaya dan sistem keuangan yang transparan, telah menjadi tujuan aman untuk perpindahan ini.

"Banyak klien kaya ingin memindahkan emas mereka dari Dubai ke Singapura atau pusat-pusat Asia lainnya," kata Joshua Rotbart, CEO sebuah perusahaan perdagangan batangan. Beberapa pengirim barang bahkan melaporkan menerima lebih dari 10 panggilan telepon per hari untuk transfer emas pada minggu-minggu awal perang.

Para ahli, bagaimanapun, percaya aliran ini kemungkinan bersifat sementara dan Dubai akan mendapatkan kembali posisinya sebagai pusat emas regional setelah krisis mereda.

Perang selalu mengirimkan dua gelombang: pertama, rudal; kedua, uang. Dubai yang selama ini jadi "negara tujuan" bagi pengusaha kaya dari Asia hingga Eropa, kini mulai ditinggalkan. Sementara itu, Singapura yang tidak pernah berubah netral, stabil, dan aman, menikmati "bonus" konflik: lonjakan asing yang kabur dari zona merah.

Namun, catatan penting: pakar menilai arus ini hanya sementara. Begitu Hormuz tenang, emas dan pemiliknya bakal pulang ke Dubai. Tapi satu hal yang pasti: dalam perang kali ini, Singapura menang tanpa membidik.(sl)