110 Tentara AS Alami Cedera Otak dalam Serangan Rudal Iran
-
Pangkalan Ain al-Asad pasca serangan rudal Iran.
Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mengumumkan bahwa korban cedera otak akibat serangan rudal Iran ke pangkalan Ain al-Asad di Provinsi al-Anbar, Irak, bertambah menjadi 110 orang.
Seperti dilansir Farsnews, Pentagon dalam sebuah statemen pada Jumat (21/2/2020) malam, menyatakan seorang lagi tentara Amerika mengalami cedera otak traumatis di pangkalan Ain al-Asad.
Pada 10 Februari lalu, Pentagon mengatakan jumlah tentara AS yang menderita cedera otak dalam serangan rudal Iran mencapai 109 orang. Dengan angka baru yang diumumkan kemarin, jumlah itu sekarang mencapai 110 orang.
Presiden Donald Trump, Menteri Pertahanan Mark Esper, dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, sebelum ini mengklaim bahwa tidak ada tentara Amerika yang tewas atau cedera dalam serangan rudal Iran.
Pentagon kemudian secara bertahap, mengakui adanya korban cedera dalam serangan rudal Iran di pangkalan Ain al-Asad dan mengeluarkan data-datanya.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membalas teror Komandan Pasukan Quds, Letnan Jenderal Qasem Soleimani dengan membombardir pangkalan militer Amerika di Irak.
Letjen Soleimani dan Wakil Komandan Hashd al-Shaabi Irak, Abu Mahdi al-Muhandis, gugur syahid dalam serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan teroris AS di dekat Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari 2020. (RM)