Inilah Klaim Baru Menlu AS Soal Program Nuklir Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i82469-inilah_klaim_baru_menlu_as_soal_program_nuklir_iran
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo kembali mengulangi tuduhan sebelumnya yang tidak berdasar terhadap Iran dalam masalah nuklir, dan mengklaim Washington bersama sekutunya di Eropa mencari solusi diplomatik yang komprehensif untuk program nuklir Iran.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jun 20, 2020 08:22 Asia/Jakarta
  • Menlu AS, MIke Pompeo
    Menlu AS, MIke Pompeo

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo kembali mengulangi tuduhan sebelumnya yang tidak berdasar terhadap Iran dalam masalah nuklir, dan mengklaim Washington bersama sekutunya di Eropa mencari solusi diplomatik yang komprehensif untuk program nuklir Iran.

Menlu AS dalam sebuah pernyataan pers hari Jumat (19/6/2020) menyambut resolusi anti-Iran yang dikeluarkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) atas saran dari troika Eropa, dan mengklaim Iran memicu ketegangan nuklir dalam beberapa bulan terakhir.

"Iran menciptakan hambatan bagi akses inspektur IAEA dan penolakannya untuk bekerja sama dalam penyelidikan," tutur Pompeo secara sepihak.

Pernyataan Menlu AS disampaikan tanpa menyinggung sama sekali keluarnya AS dari JCPOA dan dijatuhkannya sanksi ketat terhadap Iran. 

Brian Hook, Utusan Khusus AS Urusan Iran dalam konferensi pers hari Jumat (19/6/2020) mengklaim Tehran mengabaikan kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), bahkan di tengah-tengah virus Corona. 

Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada hari Jumat  (19/6/2020) menyetujui resolusi politik terhadap Iran di bawah tekanan dari Inggris, Prancis dan Jerman.

Ketiga negara Eropa ini menuduh Republik Islam Iran yang memiliki tingkat kerjasama tertinggi dengan IAEA gagal bekerja sama penuh dengan Badan Energi Atom Internasional.

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif mengkritik langkah tiga negara Eropa anggota JCPOA yang mengamini dikte destruktif Amerika Serikat terhadap Iran, dan menilai mereka sebagai sekutu Presiden AS dan Perdana Menteri rezim Zionis Israel. 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menyebut pengesahan resolusi anti-Iran di Dewan Gubernur IAEA sebagai langkah tidak profesional dan tidak dapat diterima, karena Republik Islam Iran selama ini memiliki tingkat kerja sama tertinggi dengan IAEA.(PH)