Kebijakannya di Libya Dikritik Presiden Prancis, Turki tak Terima
https://parstoday.ir/id/news/world-i82615-kebijakannya_di_libya_dikritik_presiden_prancis_turki_tak_terima
Ketua parlemen Turki, Mustafa Şentop merespon kritikan Presiden Prancis, Emmanuel Macron terkait kebijakan Ankara terhadap Libya.
(last modified 2026-04-05T11:58:22+00:00 )
Jun 24, 2020 11:57 Asia/Jakarta
  • Tentara Turki di Libya
    Tentara Turki di Libya

Ketua parlemen Turki, Mustafa Şentop merespon kritikan Presiden Prancis, Emmanuel Macron terkait kebijakan Ankara terhadap Libya.

Seperti dilaporkan IRIB Rabu (24/6/2020), Mustafa Şentop di akun Twitternya menulis, seperti klaim Emmanuel Macron bahwa dirinya mementingkan perdamaian di Libya, maka ia seharusnya mengakhiri dukungannya terhadap Khalifa Haftar dan tidak mendorong kawasan ke mimpi buruk.

"Klaim Macron merusak hubungan Turki dan Prancis yang sangat mengakar, dan pidatonya ini didorong oleh nostalgia kolonialisme," papar Mustafa Sentop.

Emmanuel Macron Senin (22/6/2020) saat bertemu dengan Presiden Tunisia, Kais Saied di Paris mengatakan, peran Turki di Libya akan mengancam kepentingan negara ini, tetangga serta Eropa.

Tentara Nasional Libya (LNA) pimpinan Khalifa Haftar yang selama bertahun-tahun mendapat dukungan Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab (UEA) dan sejumlah negara Barat, menguasai wilayah timur Libya dan selama beberapa bulan terakhir bergerak ke arah utara negara ini. Namun demikian LNA sampai saat ini masih gagal merebut ibu kota Libya, Tripoli. (MF)